JAKARTA, MENARA62.COM – Kabar bahagia datang dari industri musik Tanah Air. HIMM, nama panggung dari Himawan Darma, resmi merilis album debut bertajuk “Selamanya”. Ini bukan sekadar album cinta biasa, namun menjadi perjalanan emosional yang jujur dan penuh makna dari seorang HIMM.
Dirilis di bawah label Goss Records, “Selamanya” menjadi penanda langkah serius HIMM sebagai solois. Sembilan lagu di dalamnya dirangkai bukan sebagai single lepas, melainkan satu cerita utuh tentang cinta—dari keyakinan, penantian, patah hati, hingga keberanian membuka lembaran baru.
Dalam keterangannya pada Sabtu (14/2/2026), Himawan Darma menjelaskan “Selamanya” tidak disusun sebagai kumpulan single lepas, melainkan satu narasi emosional yang saling terhubung.
Album dibuka lewat lagu “Selamanya”, sebuah anthem cinta dewasa yang memandang pernikahan bukan dongeng indah, melainkan keputusan sadar dua insan yang telah melewati banyak ujian.
Pendengar lalu diajak menyelami fase demi fase hubungan. “Angan Tentangmu” menyuarakan rindu yang dipendam, “Aduh Gila” tampil ringan dan spontan, sementara “Terhenti” menggambarkan patah hati yang membuat waktu seakan membeku.
Di lagu “Jika”, HIMM menumpahkan harapan yang tak selalu menemukan jalannya. Liriknya sederhana, namun terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari—jujur dan reflektif.
Memasuki paruh kedua album, nuansa semakin intim. “Pengagummu” berkisah tentang cinta yang tak sempat terucap. “Melawan Sepi” melihat kesendirian sebagai proses pendewasaan, bukan sekadar kehampaan. Sedangkan “Jauh Tak Kembali” menjadi ruang untuk merawat kenangan tanpa memaksa masa lalu terulang.
Album ini ditutup dengan “Hey Kamu”, lagu bernuansa optimistis yang mengajak pendengar berdamai dengan luka dan kembali membuka hati.
Secara musikal, “Selamanya” mengusung pop yang bersih dan tak lekang waktu. Aransemen digarap Irwan Kusumajaya yang juga mengisi keyboard, menghadirkan warna sentimental namun tetap elegan. Gitar dan bass Roy Ferrynta memberi sentuhan hangat dan organik.
Proses rekaman hingga mastering ditangani Delon Sagita, menjaga kejernihan suara sekaligus ambience yang intim. Sementara produser Nina Silvana memberi ruang eksplorasi agar HIMM berkembang tanpa tekanan formula pasar.

