30 C
Jakarta

IKAL FISIP UIN Jakarta Nilai Penyediaan Lahan Gedung MUI sebagai Dukungan Negara bagi Umat Islam

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas kebijakan strategis pemerintah dalam menyediakan lahan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, untuk pembangunan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan lembaga-lembaga keislaman.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal IKAL FISIP UIN Jakarta, Jiaul Haq, saat menghadiri acara pengukuhan pengurus MUI yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Menurut Jiaul Haq, langkah Presiden Prabowo menunjukkan perhatian dan komitmen negara dalam memperkuat peran lembaga keagamaan, khususnya MUI, sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kehidupan beragama, persatuan umat, serta stabilitas sosial nasional.

“Penyediaan lahan strategis di pusat ibu kota merupakan bentuk pengakuan negara terhadap peran penting MUI dan lembaga keislaman dalam membangun kehidupan kebangsaan yang harmonis, moderat, dan berkeadaban,” ujar Jiaul Haq.

Ia menjelaskan, lahan yang disiapkan pemerintah memiliki luas sekitar 4.000 meter persegi dan berada di kawasan jantung ibu kota. Di atas lahan tersebut direncanakan akan dibangun gedung setinggi sekitar 40 lantai yang akan difungsikan sebagai pusat aktivitas, koordinasi, serta penguatan kelembagaan MUI secara nasional.

Jiaul Haq menuturkan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjadikan kawasan pusat kota tidak hanya sebagai pusat bisnis dan komersial, tetapi juga sebagai ruang representatif bagi institusi sosial dan keumatan. Kehadiran lembaga keagamaan di kawasan strategis tersebut diharapkan menjadi simbol kontribusi nyata umat beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Keberadaan gedung MUI di pusat kota mencerminkan bahwa pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual,” tambahnya.

Jiaul Haq yang juga menjabat sebagai Ketua DPP KNPI Bidang Haji dan Umrah menilai bahwa rencana pembangunan gedung MUI ini sejalan dengan upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam pelaksanaan kegiatan sosial, kemanusiaan, pendidikan keumatan, serta program pemberdayaan masyarakat.

Ia menegaskan, kolaborasi antara negara dan institusi keagamaan memiliki peran strategis dalam menjaga kohesi sosial, mencegah konflik, serta mendukung agenda pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Ke depan, gedung ini diharapkan menjadi pusat aktivitas kelembagaan yang mampu memperkuat koordinasi program sosial, keumatan, dan kebangsaan secara lebih terstruktur, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat,” pungkas Jiaul Haq.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!