SOLO, MENARA62.COM – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surakarta pada Selasa (6/1). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Meeting BRIDA Surakarta tersebut berjalan dalam suasana hangat dan dialogis.
Audiensi ini diterima langsung oleh jajaran pimpinan BRIDA Surakarta, yakni Sekretaris BRIDA Surakarta Galuh Murya Widawati, S.P, didampingi Herri Widiyanto, S.Sos., M.Si. selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Riset, serta Ghulam Fathul Amri, S.ST., M.T. selaku staf Bidang Riset BRIDA Surakarta.
Audiensi ini dari DPD IMM Jateng dibuka oleh Ketua Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) M. Fatahillah, ST., yang mengungkapkan bahwa agenda ini bertujuan membangun komunikasi strategis sekaligus menjajaki peluang kolaborasi riset antara DPD IMM Jawa Tengah dan BRIDA Surakarta, khususnya dalam mendukung program Akademi Riset yang tengah digagas IMM Jawa Tengah.
Sekretaris Bidang Riset dan Teknologi (Ristek) DPD IMM Jawa Tengah, Fika Annisa’ Sholihah, S.Ars., M.Arch., menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya atas sambutan dari BRIDA Surakarta. Ia menegaskan bahwa IMM Jawa Tengah menaungi seluruh komisariat IMM di perguruan tinggi Muhammadiyah dan non-Muhammadiyah se-Jawa Tengah.
“Kami ingin memperkenalkan program Akademi Riset IMM Jawa Tengah kepada BRIDA. Selama ini, kader IMM sudah cukup masif melakukan penelitian dan inovasi. IMM menjadi basis lahirnya generasi akademisi yang diharapkan mampu berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan,” ujarnya Jumat, (9/1).
Fika juga memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam dunia riset, mulai dari minimnya pemahaman metodologi penelitian, keterbatasan akses sumber daya riset, hingga kurangnya wadah publikasi ilmiah.
“Data menunjukkan publikasi mahasiswa masih sangat minim. Ini menandakan perlu ada pionir yang menggerakkan riset ilmiah di kalangan mahasiswa,” tegasnya.
Ia menambahkan, inisiatif sekolah riset telah mulai berjalan di beberapa daerah seperti Solo dan Sukoharjo. Ke depan, DPD IMM Jawa Tengah akan mendorong seluruh cabang untuk mengaktifkan kegiatan riset hingga tingkat komisariat.
Program unggulan Akademi Riset IMM Jawa Tengah sendiri salah satunya adalah Riset Bootcamp yang dirancang berkelanjutan.
Fika berharap program ini tidak hanya berhenti di satu kampus, tetapi dapat diperluas ke berbagai daerah.
“Kami berharap kolaborasi dengan BRIDA Kota Surakarta bisa meningkatkan kualitas riset mahasiswa IMM, memperluas jejaring mitra, serta memperkuat kapasitas riset,” jelasnya.
Menurut Fika, sinergi ini juga diharapkan melahirkan riset yang berdampak nyata bagi masyarakat. “Riset tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi mampu menjawab persoalan di tingkat kota dan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris BRIDA Surakarta Galuh Murya Widawati menjelaskan mekanisme pendanaan riset yang tidak dapat dieksekusi langsung oleh BRIDA. Hasil audiensi akan menjadi bahan laporan kepada Wali Kota Surakarta.
BRIDA Surakarta juga memaparkan sejumlah program, di antaranya kompetisi riset mahasiswa S1 yang akan disosialisasikan pada 4 Maret 2026. Kompetisi ini akan dinilai oleh lima juri, dua di antaranya berasal dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Selain itu, BRIDA memiliki program Center of Excellence yang melibatkan perguruan tinggi se-Soloraya dengan tema besar Asta Cita Presiden. Saat ini, telah direkap sekitar 56–58 tema kajian riset. Pada Januari 2026, sebanyak 25 mahasiswa juga akan terlibat langsung dalam riset permasalahan daerah dan pelayanan masyarakat.
BRIDA turut membuka peluang magang mahasiswa melalui koordinasi dengan BKPSDM serta menjelaskan bahwa perizinan riset dan inovasi dilakukan secara digital melalui aplikasi e-Litbang, e-Journal, e-Riset, dan e-Inovasi.
Menutup audiensi, BRIDA Surakarta menyatakan kesediaannya berkolaborasi dengan Akademi Riset DPD IMM Jawa Tengah. Kolaborasi ini melengkapi jejaring mitra yang sebelumnya telah terjalin, seperti Perpustakaan UMS, Ma’arif Institute, dan Desamind Research and Training Center.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi riset antara mahasiswa dan pemerintah daerah guna mendorong terciptanya ekosistem riset yang produktif dan berdampak bagi pembangunan Kota Surakarta. (*)
