30 C
Jakarta

IMM Surakarta Bagi Takjil, Kritik Demokrasi di Kartasura

Baca Juga:

SUKOHARJO, MENARA62.COM — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Surakarta menggelar aksi berbagi takjil sekaligus mimbar bebas di kawasan Tugu Kartasura, Selasa (10/3). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terhadap kondisi demokrasi di Indonesia yang dinilai tengah mengalami kemunduran.

Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat dari Kepolisian Negara Republik Indonesia. Meski demikian, suasana kegiatan tetap kondusif. Para mahasiswa memadukan orasi politik dengan kegiatan sosial berupa pembagian takjil kepada pengendara dan warga yang melintas.

Kabid HPKP PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta, Vito Zahria, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk keresahan mahasiswa terhadap berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kritik secara damai.

“Aksi ini sebagai bentuk keresahan kami sebagai mahasiswa atas berbagai kondisi yang timpang di negeri ini. Kami menyampaikan aksi secara damai sebagai refleksi sekaligus berbagi kepada masyarakat,” ujarnya.

Hidupkan Mimbar Bebas di Ruang Publik

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membuka mimbar bebas bagi peserta untuk menyampaikan pandangan terkait berbagai isu nasional. Mereka menilai ruang publik harus tetap menjadi tempat terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

Ketua Umum PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta, Siti Rahma Laila Q, menegaskan bahwa aksi mahasiswa tidak harus identik dengan kericuhan.

“Aksi ini membuka pemahaman bahwa demonstrasi tidak selalu berujung ricuh. Melalui mimbar bebas, semua elemen masyarakat dapat menyampaikan hak berpendapatnya secara terbuka di ruang publik,” kata Siti Rahma.

Empat Tuntutan Mahasiswa

Selain membagikan takjil kepada pengguna jalan, mahasiswa juga menyampaikan sejumlah tuntutan yang mereka nilai penting untuk perbaikan tata kelola pemerintahan.

Empat poin tuntutan tersebut antara lain mendorong reformasi internal kepolisian, peningkatan transparansi kebijakan publik, penguatan demokrasi, serta evaluasi terhadap program pemerintah seperti Program Makan Bergizi Gratis Indonesia.

Mahasiswa juga menekankan bahwa pengawalan aparat seharusnya berfungsi menjamin keamanan kegiatan masyarakat tanpa menghambat substansi kritik yang disampaikan.

Aksi Berakhir Tertib

Kegiatan berlangsung hingga menjelang waktu berbuka puasa. Setelah menyampaikan orasi dan membagikan takjil, massa aksi membubarkan diri secara tertib.

Mahasiswa berharap aksi tersebut dapat menjadi pengingat pentingnya menjaga demokrasi serta membuka ruang dialog antara masyarakat, pemerintah, dan aparat negara. Mereka juga menegaskan akan terus mengawal isu-isu kerakyatan melalui berbagai kegiatan advokasi ke depan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!