SOLO, MENARA62.COM – Inovasi digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Inovasi bertajuk GEASY: AI Smart Sustainable Nutrition 4-in-1 Ecosystem for Healthier Future sukses meraih Gold Medal pada ajang Intellectual Property Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 yang digelar di Thailand.
GEASY dikembangkan sebagai solusi terpadu pencegahan penyakit tidak menular (Non-Communicable Diseases/NCDs) melalui pendekatan nutrisi cerdas berbasis teknologi digital. Platform ini dirancang untuk membantu masyarakat memahami, memilih, dan mengonsumsi makanan sehat secara mudah, praktis, dan berkelanjutan.
Salah satu anggota tim pengembang, Salsabila Khoirun Nisa, menjelaskan bahwa GEASY memiliki fitur unggulan AI Photo-Based Nutrition Analysis. Melalui fitur tersebut, pengguna cukup memotret makanan untuk memperoleh analisis otomatis terkait jenis makanan, porsi, kandungan gizi makro dan mikro, hingga potensi risiko penyakit tidak menular, tanpa perlu input manual.
“GEASY tidak hanya menganalisis makanan, tetapi juga membangun ekosistem terintegrasi yang mendukung gaya hidup sehat,” ujar Salsabila, Rabu (14/1).
Selain analisis gizi berbasis foto, GEASY mengintegrasikan perencanaan gizi personal, skrining kesehatan, edukasi berbasis gamifikasi, marketplace produk sehat, serta layanan konsultasi ahli dalam satu sistem digital yang saling terhubung. Pendekatan ini menjadikan GEASY sebagai platform nutrisi cerdas yang komprehensif dan mudah diakses berbagai kalangan.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui kolaborasi multidisipliner mahasiswa UMS dari berbagai program studi. Tim GEASY terdiri atas Arief Surya Adhi (Akuntansi, FEB), Salsabila Khoirun Nisa (Kesehatan Masyarakat, FIK), Dizzo Violeta (Teknik Informatika, FKI), dan Aswa Arsa Kumala (Pendidikan Kedokteran, FK). Kolaborasi lintas bidang ini menjadi kekuatan utama GEASY dalam mengintegrasikan aspek teknologi, kesehatan, dan keberlanjutan.
Dalam proses pengembangannya, tim melakukan riset literatur, survei kebutuhan pengguna, pembuatan prototipe, hingga uji coba awal. Inovasi ini dirancang agar praktis, akurat, serta aplikatif bagi masyarakat luas.
Atas kebaruan, kualitas, dan potensi dampaknya, GEASY dianugerahi medali emas pada IPITEx 2026, ajang pameran inovasi internasional bergengsi yang diselenggarakan oleh National Research Council of Thailand (NRCT). Kompetisi ini diikuti lebih dari 800 inovasi dari 24 negara dan mempertemukan peneliti, akademisi, serta inovator dari berbagai belahan dunia.
Penghargaan diserahkan pada Jumat (9/1), dengan Salsabila Khoirun Nisa mewakili tim untuk mempresentasikan inovasi GEASY di hadapan juri internasional.
“Kami hanya menjelaskan bagaimana GEASY bekerja dan bagaimana inovasi ini menjawab persoalan kesehatan global,” ungkapnya.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan pendanaan dan kendala teknis selama kompetisi, tim tetap mampu memaparkan konsep dan mekanisme kerja GEASY secara komprehensif. Salsabila menambahkan, UMS memberikan dukungan penuh melalui pendanaan, evaluasi kelayakan, serta pendampingan akademik dari dosen pembimbing.
Ke depan, GEASY direncanakan untuk terus dikembangkan dan diuji coba secara lebih luas agar dapat diimplementasikan secara nyata serta memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan kesehatan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global. (*)
