30 C
Jakarta

Invasi AS-Israel Pukul Industri Makanan, Pelaku Usaha F&B Cari Solusi di Jogja Food & Beverage Expo 2026

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.Com — Invasi Amerika Serikat dan Israel ke Iran turut berdampak ke industri pangan dan minuman nasional. Karena terdampak perang, pasokan bahan kemasan makanan dan minuman (mamin) menjadi terbatas bahkan naik hingga 100 persen. Kondisi ini mempengaruhi industri mamin atau food and beverag (F&B).

Kondisi tersebut mengemuka dalam pameran industri mamin Jogja Food & Beverage Expo 2026 yang digelar di Jogja Expo Center pada 8-11 April 2026. Pameran yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan industri F&B ini mencari solusi atas permasalahan tersebut.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman menyatakan kontribusi industri mamin ke perekonomian nasional cukup besar yakni 7 persen dan tumbuh 6,38 persen– jauh lebih besar dari pertumbuhan ekonomi nasional.

“Namun kita tidak luput dari tantangan yang bukan hanya dialami Indonesia tapi juga dunia. Dampak perang oleh Amerika Serikat ini luar biasa dan sangat memukul komoditas plastik kemasan makanan,” ujar Adhi saat membuka Jogja Food Expo.

Ia menyebut kenaikan harga kemasan sampai 100 persen atau dua kali lipat terutama di pemasok untuk industri kecil. Di industri menengah dan besar kenaikannya 30-60 persen.

“Kondisi ini karena pasokan plastik kemasan makanan sangat terbatas. Industri hulu plastik kita hanya mampu memproduksi 30 persen. Banyak negara juga mengurangi produksinya karena kesulitan bahan baku plastik kemasan,” tuturnya.

Oleh karena itu, pameran seperti Jogja Food Expo ini menjadi ajang bertukar informasi dan mengembangkan inovasi terkait industri mamin, termasuk kemasan pangan yang terdampak konflik global.

“Masalah kemasan makanan ini semoga bisa didiskusikan dan menemukan solusi terbaik, terutama agar ketergantungan global pada kemasan makanan makin kecil. Kita harus berhati-hati menyikapi kondisi ini dan mencari alternatif-alternatif. Sejumlah produsen minuman misalnya beralih ke botol kaca. Ada juga yang mencari pemasok dari negara lain,” paparnya.

Menurut Adhi, pameran ini mendukung industri mamin, terutama industri kecil di daerah-daerah memperoleh informasi dan mengembangkan inovasi di bidang F&B. “Anggota-anggota kami, terutama UMKM kecil, bisa naik kelas melalui ajang seperti ini. Yang produk makanan dan kemasannnya belum bagus dapat semakin memperbaiki produknya bahkan nantinya bisa melakukan ekspor,” ujarnya.

CEO Krista Exhibition Daud Salim menyatakan penyelenggaraan Jogja Food Expo digelar untuk kedua kalinya di Yogyakarta dan tahun ini menjadi ajang perdana di Indonesia sebelum digelar di Surabaya, Bali, dan Banten.

Dirancang sebagai platform terpadu, pameran ini mempertemukan seluruh rantai nilai industri mulai dari produsen bahan baku, pelaku pengolahan dan pengemasan, hingga distributor dan UMKM dengan pembeli potensial, mitra bisnis, serta investor dari dalam maupun luar negeri.

“Pameran yang menghadirkan berbagai inovasi terbaru dalam industri makanan dan minuman ini diikuti 120 peserta termasuk 30 UMKM serta ditargetkan akan dihadiri 15 ribu pengunjung ,” ujarnya.

Para peserta menampilkan produk mulai dari kuliner Nusantara, minuman inovatif, teh premium, teknologi pengemasan, hingga mesin pengolahan pangan. “Kami berharap pameran ini menjadi etalase kekayaan kuliner nasional sekaligus ruang bagi pelaku usaha untuk berinovasi, beradaptasi, dan memperkuat kolaborasi di tengah perkembangan industri yang kian dinamis” ucapnya.

Noviar Rahmad, Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, berharap pameran ini menjadi ajang promosi yang efektif, momentum menjalin kemitraan, dan membuka pasar lebih luas.

“Bagi produaen, ini menjadi kesempatan penting untuk mendekatkan diri pada konsumen dan memahami selera tren dan pasar. Dengan demikian, UMKM lokal mampu naik kelas dan mampu bersaing di bidang makanan dan minuman yang kompetitif. Didukung dengan inovasi, produk lokal akan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan menembus pasar global. Pemda akan mendukung dengan berbagai sarana pelatihan, akses pembiayaan, dan pemasaran,” paparnya. (rilis)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!