BOYOLALI, MENARA62.COM — Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafi’ul ‘Ulum Sambi sukses menggelar Musyawarah Ranting (Musran) ke-X, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula utama pondok ini menjadi momentum penting regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan gerakan pelajar Muhammadiyah di lingkungan pesantren.
Mengusung tema “Estafet Gerakan: Lanjutkan Perjuangan Menuju Organisasi Berkemajuan”, Musran dihadiri oleh jajaran mudir dan asatidz PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, pembina IPM, perwakilan PC IPM Sambi, Pimpinan Daerah (PD) IPM Boyolali, serta puluhan kader IPM pondok.
Ketua Panitia Musran ke-X, Faizal Ahmad Fajar, menyampaikan bahwa Musran dirancang bukan sekadar forum pergantian kepengurusan, tetapi juga sebagai ruang kaderisasi dan evaluasi gerakan IPM.
Menurutnya, Musran menjadi sarana strategis untuk memastikan keberlanjutan perjuangan pelajar Muhammadiyah di PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum.
Sementara itu, Ketua PR IPM Manafi’ul ‘Ulum periode berjalan, Naufal Galih Raditya, merefleksikan perjalanan kepengurusan satu periode terakhir. Ia menekankan pentingnya inovasi dakwah pelajar yang tetap berpijak pada nilai keislaman dan ke-Muhammadiyahan.
Ia menegaskan bahwa estafet gerakan harus terus berjalan dengan semangat keilmuan, akhlak mulia, dan amal nyata bagi umat.
Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan PD IPM Boyolali, Aria Giswa Nanda. Ia menilai kader IPM PonpesMU memiliki semangat progresif dan daya juang tinggi, serta mendorong agar IPM ranting mampu menjadi motor perubahan di sekolah, pesantren, dan masyarakat sekitar.
Puncak acara Musran sekaligus pembukaan resmi disampaikan oleh Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum, Ustadz Pujiono. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya “empat modal organisasi (4K)” sebagai fondasi gerakan IPM, yakni komitmen, koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi.
Keempat prinsip tersebut diharapkan menjadi pegangan kepengurusan baru dalam melanjutkan estafet perjuangan yang lebih kreatif, adaptif, dan berkemajuan.
Rangkaian Musran kemudian dilanjutkan dengan sidang pleno, laporan pertanggungjawaban pengurus, perumusan program kerja, serta pemilihan pimpinan ranting periode berikutnya. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan komitmen kolektif untuk menjadikan IPM PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum sebagai teladan gerakan pelajar yang berakhlak, berprestasi, dan memberi manfaat bagi umat serta bangsa. (*)

