30 C
Jakarta

ITBM BIM Perkuat Kolaborasi Global Pascakonferensi Bali

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Bali (ITBM–BIM University) terus menindaklanjuti hasil penyelenggaraan Bali International Meeting on Business, Advanced Engineering, and Leadership Sustainability Impact (BIM BALI Conference) yang digelar awal April 2026.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai gagasan dan kolaborasi yang terbangun dapat diimplementasikan secara nyata serta menjadi bagian dari strategi institusi dalam menjaga keberlanjutan forum ilmiah internasional, sekaligus memperkuat kontribusi kampus di bidang riset, inovasi, dan jejaring akademik global.

“Pascakonferensi, kami kini fokus pada penguatan kerja sama konkret dengan mitra internasional,” kata Rektor ITBM–BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., Senin (13/4).

Ia menilai momentum konferensi harus dioptimalkan agar menghasilkan luaran yang berdampak. Menurutnya, berbagai diskusi yang berlangsung dalam forum tersebut telah menghasilkan sejumlah peluang kolaborasi lintas disiplin.

“Peluang ini mencakup pengembangan riset bersama, publikasi ilmiah, hingga program pertukaran akademisi,” ungkap Harun yang juga sebagai Guru Besar Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Ia menegaskan bahwa implementasi hasil konferensi menjadi prioritas utama agar tidak berhenti pada tataran wacana. Kampusnya berkomitmen mengawal setiap inisiatif agar berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

“Salah satu langkah yang tengah dijajaki adalah penguatan kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri, Termasuk dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta, khususnya dalam bidang riset kolaboratif dan publikasi bereputasi,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Pelaksana BIM BALI Conference, Ni Putu Vida Indriani Putri, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah memfasilitasi tindak lanjut komunikasi antar peserta konferensi. Hal ini dilakukan guna menjaga kesinambungan kolaborasi yang telah terbangun.

“Fokus kerja sama saat ini banyak diarahkan pada isu transformasi digital dan keberlanjutan sistem,” kata Vida.

Kedua isu tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan global serta perkembangan teknologi yang pesat.

Selain itu, Vida menyebut bahwa tim penyelenggara juga tengah memproses publikasi hasil konferensi ke dalam prosiding dan jurnal ilmiah bereputasi. Publikasi ini diharapkan dapat memperluas dampak keilmuan dari forum yang telah diselenggarakan.

“Tidak hanya itu, ITBM–BIM University juga mulai merancang agenda lanjutan berupa forum ilmiah berkelanjutan. Agenda ini ditujukan untuk menjaga konsistensi kontribusi akademik di tingkat internasional,” pungkasnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, ITBM–BIM University menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan hasil konferensi internasional sebagai pijakan penguatan inovasi dan kolaborasi global.

Upaya ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan zaman secara adaptif dan berkelanjutan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!