KARANGANYAR, MENARA62.COM – Kajian Ahad Pagi Sumur Bor yang digelar rutin di kawasan Sumur Bor, Paulan Wetan, Malangjiwan, Colomadu, tepat di depan De Tjolomadoe, terus menjadi magnet umat. Setiap pekan, sekitar 1.500 hingga 2.000 jamaah memadati lokasi untuk mengikuti pengajian yang telah berlangsung kurang lebih 30 tahun tersebut.
Panitia menyelenggarakan kajian secara konsisten sebagai ikhtiar bersama dalam mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an dan As-Sunnah secara mendalam, sistematis, dan aplikatif. Para pemateri dihadirkan dari berbagai wilayah Solo Raya hingga luar daerah guna memperluas wawasan serta memperkuat ruhiyah jamaah.
Jamaah datang dari Colomadu, Ngemplak Boyolali, hingga berbagai daerah lain. Mereka hadir dengan semangat menuntut ilmu, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat keimanan. Kegiatan yang dimulai pukul 05.30 hingga 07.15 WIB ini diawali dengan iftitah, dilanjutkan materi inti, sesi tanya jawab, dan ditutup doa bersama.
Pada Ahad (15/2/2026), panitia menghadirkan Prof. Dr. Ir. H. Suranto, ST., MM., M.Si., Direktur Vokasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), sebagai pembicara utama. Ia menyampaikan materi bertema Targhib dan Tarhib dalam menyambut Ramadhan dengan gaya jenaka, komunikatif, dan sarat makna.
Dalam pemaparannya, Suranto menjelaskan Targhib sebagai motivasi untuk meraih pahala dan keutamaan Ramadhan, sedangkan Tarhib merupakan peringatan agar umat Islam menjauhi larangan dan kemaksiatan. Ia mengajak jamaah menyiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual melalui perencanaan ibadah yang terukur.
“Ramadhan harus memiliki kurikulum ibadah, mulai dari peningkatan kualitas shalat, tilawah Al-Qur’an, sedekah, qiyamul lail, hingga pengendalian diri,” ujarnya.
Ia juga mengkaji QS Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban puasa bagi orang-orang beriman agar mencapai derajat takwa. Menurutnya, Ramadhan membentuk karakter mukmin yang disiplin, sabar, jujur, dan berintegritas.
Suasana kajian berlangsung khidmat namun hangat. Tim hadroh mengiringi beberapa sesi dengan lantunan shalawat. Pemateri turut menyelipkan sulap edukatif sebagai media penyampaian pesan moral yang kreatif dan mudah diingat. Panitia juga membagikan doorprize sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat jamaah dalam menyambut bulan suci.
Kajian Ahad Pagi Sumur Bor berkomitmen menjadi ruang pembinaan umat yang berkelanjutan. Melalui pengajian ini, jamaah diharapkan mampu meraih predikat takwa serta menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan sosial. (*)


