SOLO, MENARA62.COM – Kajian Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surakarta digelar pada Ahad (25/1/2026) di Pendhopo SMA Muhammadiyah 3 Surakarta, Jalan Letjend S. Parman No. 9, Kestalan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Kegiatan ini mengusung tema “Satu Komando, Satu Barisan, Meneguhkan Loyalitas KOKAM untuk Persyarikatan”.
Kajian diikuti seluruh anggota KOKAM PDPM Kota Surakarta dari berbagai angkatan, mulai Diklatan Awal, Lukhar, hingga Projo Kusumo. Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan konsolidasi internal sekaligus bagian dari target kinerja (KPI) PDM Kota Surakarta.
Sekretaris PDPM Kota Surakarta, Agus DS, menyampaikan bahwa kajian ini merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali peran strategis KOKAM sebagai garda terdepan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Alhamdulillah, pagi hingga siang ini kita mengadakan Kajian KOKAM Surya Bengawan. Ini langkah awal menuju kejayaan KOKAM di Surakarta, sekaligus meneguhkan kembali angkatan muda KOKAM PDPM Kota Surakarta sebagai garda terdepan Persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya.
Ia berharap kajian ini membawa keberkahan dan mampu memperkuat soliditas seluruh anggota KOKAM. “Semoga kajian hari ini membawa berkah untuk kita semua dan target KPI PDM bisa kita laksanakan dengan baik,” imbuhnya.
Kajian menghadirkan narasumber Ustadz Sri Mulyono, S.Pd, yang akrab disapa Pakde Jabrix. Sosok inspiratif ini dikenal sebagai mantan preman yang pernah keluar-masuk penjara hingga tujuh kali, sebelum akhirnya hijrah dan kini aktif sebagai anggota Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Kota Surakarta serta Guru PAI di SD Muhammadiyah 24 Gajahan.
Dalam pernyataannya, Pakde Jabrix mengapresiasi semangat dan kekompakan KOKAM PDPM Kota Surakarta. Ia menilai kegiatan semacam ini sangat penting untuk menjaga militansi kader muda Muhammadiyah.
“Luar biasa KOKAM PDPM Surakarta. Dengan acara seperti ini, diharapkan semakin solid sebagai wadah generasi muda Muhammadiyah untuk menguatkan keimanan dan ketakwaan. Kegiatan seperti ini seharusnya sering diadakan,” ungkapnya.
Ia juga berharap kajian ini berdampak langsung pada peningkatan loyalitas kader. “Mudah-mudahan setelah acara ini, loyalitas kepada Persyarikatan Muhammadiyah semakin meningkat,” tutupnya. (*)

