SOLO, MENARA62.COM – Gema Kampus Ramadan (GKR) 1447 H Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar Kajian Nisa bertajuk “Muslimah Produktif: Cantik Akhlaknya, Kuat Mimpinya” pada hari Jum’at (27/2) di Masjid Fadhlurrahman, Kampus 1 UMS. Kegiatan ini merupakan upaya penguatan spiritual dan pengembangan karakter muslimah.
Pemateri kajian, Dian Ardiyani., S.Th.I., ST., M.Pd., menjelaskan kecantikan sejati seorang muslimah tidak semata-mata dikukur dari fisik atau popularitas di media sosial, melainkan kemuliaan akhlaq yang mencerminkan budi pekerti.
“Kecantikan itu bukan hanya dari wajah atau riasan, dan media sosial seringkali menampilkan standar kecantikan yang hanya berfokus pada fisik. Dalam islam, muslimah yang cantik ialah yang dapat menjaga lisan dan baik akhlaqnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa produktivitas seorang muslimah perlu didasari dengan tujuan hidup yang jelas, terus belajar dan mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat. Menurutnya, memiliki mimpi besar harus dibarengi dengan disiplin dan komitmen sebagai ciri muslimah kuat dan berdampak.
“Islam tidak pernah melarang perempuan memiliki mimpi besar. Kita harus bermimpi tinggi, namun tidak meninggalkan kewajiban kita sebagai hamba Allah. Produktif itu bukan berarti sibuk tanpa arah, tetapi aktivitas yang mendekatkan diri kepada Allah SWT,” jelasnya.
Kemudian ia menekankan bahwa Ramadhan ini sebagai latihan praktis untuk menguatkan kedisiplinan serta pengendalian diri. Dian menyebut disiplin waktu dan kontrol diri yang terasah saat berpuasa merupakan bekal penting untuk meningkatkan kualitas hidup, mengutip dari Q.S Al-Baqarah ayat 183.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan nafsu dan amarah. Menahan diri bukan berarti lemah, justru itu tanda kekuatan sejati,” ungkapnya.
Menutup kajiannya, ia mengajak seluruh peserta untuk mejadi muslimah yang seimbang antara akhlaq, mimpi dan pengendalian diri.
“Kita tidak perlu menjadi sempurna untuk memulai, kita hanya perlu istiqomah untuk terus memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Melalui program GKR, UMS menegaskan kembali bahwa menjadi muslimah yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga berakhlak mulia, sehingga mampu menjadi pribadi yang tidak hanya produktif, namum juga bernilai di hadapan Allah SWT. (*)

