SOLO, MENARA62.COM – Kajian buka puasa bertema “Transformasi Membentuk Pribadi Taqwa” di Masjid Husnul Khotimah, Ahad (1/3/2026), menjadi momentum refleksi spiritual bagi umat Islam dalam menghidupkan nilai-nilai Ramadhan. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 16.30 WIB ini menghadirkan Direktur Vokasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Ir. H. Suranto, S.T., M.M., M.Si., sebagai penceramah utama.
Sekitar 250 jamaah mengikuti kajian dengan antusias. Dalam tausiyahnya yang hangat, jenaka, dan interaktif, Suranto menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pendidikan ruhani untuk membentuk pribadi yang bertaqwa.
“Puasa adalah madrasah kehidupan. Melalui puasa, kita dilatih untuk bersabar, ikhlas, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Ramadhan merupakan bulan penuh ampunan dan rahmat, di mana amal saleh dilipatgandakan dan doa-doa diijabah. Karena itu, umat Islam diimbau memanfaatkan momentum tersebut dengan memperbanyak ibadah, meningkatkan kualitas amal, serta mempererat ukhuwah Islamiyah.
Suranto juga mengingatkan hakikat kehidupan manusia sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an Surah Al-Ankabut ayat 57, bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian dan kembali kepada Allah SWT. Kesadaran tersebut, menurutnya, harus menjadi dorongan untuk mempersiapkan bekal terbaik dalam kehidupan.
“Ramadhan adalah ruang refleksi untuk menata ulang orientasi hidup agar senantiasa terarah pada ridha Allah SWT,” ungkapnya.
Selain itu, jamaah diajak untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Ibrahim ayat 7, bahwa Allah akan menambah nikmat bagi hamba yang bersyukur. Ia juga mengutip Surah Al-Kahfi ayat 109 sebagai pengingat bahwa ilmu dan nikmat Allah tidak terbatas, sehingga manusia harus terus belajar dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Ketua panitia, Cahyana Kumbul Widodo, S.I.P., mengajak jamaah untuk memanfaatkan Ramadhan sebagai momentum memperdalam pemahaman Al-Qur’an dan meningkatkan amal saleh.
“Ramadhan adalah kesempatan terbaik untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.
Di akhir tausiyah, Suranto menekankan pentingnya mentadabburi Al-Qur’an sebagaimana tertuang dalam Surah Shad ayat 29, agar ayat-ayat Allah menjadi pedoman hidup. Ia berharap Ramadhan menjadi titik transformasi spiritual bagi setiap Muslim.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon agar setiap jamaah mampu menjalani Ramadhan dengan penuh kesungguhan dan keluar sebagai pribadi yang lebih bertaqwa, bersyukur, serta semakin dekat kepada Allah SWT. (*)

