30 C
Jakarta

Kajian Ramadhan Sedyo Mulyo Perkuat Ukhuwah

Baca Juga:

SUKOHARJO, MENARA62.COM – Panitia Ramadhan Masjid Sedyo Mulyo Dawukan, Kartasura, Sukoharjo menggelar kegiatan Ahad Buka Bersama sebagai upaya meraih ampunan, keberkahan, serta menghidupkan semangat jamaah di bulan suci Ramadhan 1477 H. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kualitas ibadah masyarakat.

Agenda rutin yang dilaksanakan setiap Ahad sore selama Ramadhan ini diawali dengan kajian pukul 16.30 WIB hingga menjelang Maghrib, dilanjutkan buka puasa bersama dan sholat Maghrib berjamaah. Pada malam harinya, jamaah kembali berkumpul untuk menunaikan sholat Tarawih.

Ketua panitia, H. Hafid Munawir, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana pembinaan spiritual dan sosial umat. “Kami berharap Ahad Buka Bersama ini menjadi ruang mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen ibadah jamaah,” ujarnya.

Pada pelaksanaan perdana, panitia menghadirkan Prof. Dr. Ir. H. Suranto, ST., MM., MSi, Direktur Sekolah Vokasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, ia mengupas keutamaan dan kurikulum puasa, serta sejarah pensyariatan puasa dalam Islam.

Suranto menekankan bahwa Ramadhan merupakan “ibadah paket lengkap” yang membentuk karakter dan menghadirkan spiritualitas hakiki. Pada siang hari, umat Islam menjalankan puasa sejak fajar hingga Maghrib, sedangkan malam hari diisi dengan Tarawih dan berbagai ibadah lainnya.

“Ramadhan adalah tempaan spiritual untuk melahirkan pribadi bertakwa dan berakhlak mulia,” jelasnya di hadapan sekitar 200 jamaah dari berbagai kalangan usia.

Kajian berlangsung interaktif dan komunikatif. Penceramah memadukan materi dengan permainan edukatif sehingga suasana terasa hidup dan menyenangkan. Jamaah tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga akhir.

Panitia menargetkan lahirnya jamaah yang semakin istiqamah, solid dalam kebersamaan, serta peduli terhadap sesama. Selain memperkuat silaturahmi, kegiatan ini juga mendorong masyarakat memakmurkan masjid sebagai pusat peradaban umat.

Selepas Ramadhan, panitia berharap nilai ketakwaan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial yang telah ditanamkan tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, semangat Ramadhan tidak hanya hadir selama sebulan, tetapi terus mengalir sepanjang tahun dalam wujud amal saleh dan kebersamaan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!