27.4 C
Jakarta

Kebenaran yang Bergema

Menantikan Deklarasi Partai Gema Bangsa

Baca Juga:

Pernahkah Anda berdiri di tepi jurang atau di dalam gua yang sunyi, lalu meneriakkan satu kata? Suara Anda mungkin terdengar lemah pada awalnya, tetapi ketika ia memantul pada dinding-dinding batu, ia kembali kepada Anda dengan kekuatan yang berlipat ganda. Itulah Gema.

Selama bertahun-tahun, suara kita seringkali hanya berakhir sebagai bisikan di sudut warung kopi, keluhan di media sosial, atau doa sunyi di malam hari. Kita merasa sendirian dalam keresahan kita. Kita merasa menjadi satu-satunya yang peduli pada air yang mulai keruh, harga barang yang tak masuk akal, atau kebijakan yang tak adil.

Kebenaran yang disuarakan sendirian memang terdengar lemah. Namun, kebenaran yang bersatu akan menjadi Gema yang meruntuhkan tembok ketidakadilan.

Partai Gema Bangsa dinamakan demikian karena kami percaya bahwa tidak ada suara yang terlalu kecil untuk didengar. Masalahnya selama ini bukan karena rakyat tidak bicara, tapi karena sistem politik kita dirancang untuk meredam suara-suara sumbang agar tidak mengganggu kenyamanan mereka yang berkuasa. Mereka ingin kita percaya bahwa kita tidak berdaya, bahwa suara satu orang tidak akan mengubah apa pun.

Hari ini, kita membuktikan bahwa mereka salah.

Gema Bangsa adalah wadah di mana ribuan suara kecil dari desa, pesisir, dan gang-gang sempit perkotaan bertemu. Ketika suara seorang ibu yang menuntut pangan murah bersatu dengan suara seorang petani yang menuntut kedaulatan tanah, dan bersatu lagi dengan suara pemuda yang merindukan lingkungan hijau, maka bisikan itu berubah menjadi gemuruh.

Gema tidak bisa dihentikan oleh tembok beton atau gerbang besi. Ia menembus batas, ia melampaui sekat-sekat suku dan agama, dan ia akan mengetuk pintu-pintu hati mereka yang selama ini menutup telinga.

Anda bukan lagi sekadar penonton. Anda adalah bagian dari gelombang suara ini. Setiap kali Anda berani menyatakan kebenaran di lingkungan tetangga Anda, setiap kali Anda mendukung kemandirian di komunitas Anda, Anda sedang mengirimkan satu denyut suara ke dalam frekuensi perubahan ini.

Dua hari lagi, gema ini akan berkumpul di satu titik. Kita tidak sedang membangun kerumunan; kita sedang membangun simfoni perlawanan yang bermartabat. Bersiaplah, karena ketika rakyat mulai bersuara dalam nada yang sama, tidak ada kekuatan yang bisa membungkamnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!