Pernahkah Anda merenungkan apa yang sebenarnya membuat kita tetap bertahan saat krisis melanda? Saat pandemi mengunci pintu-pintu kita, atau saat bencana alam memutus akses jalan? Bukan instruksi rumit dari gedung kementerian yang pertama kali menyelamatkan kita. Yang menyelamatkan kita adalah suara ketukan di pagar rumah: “Bu, ini ada sedikit sayur,” atau “Pak, kalau butuh bantuan pompa air, panggil saya ya.”
Inilah yang kami sebut sebagai “Kekuatan Tetangga”.
Tetangga dan komunitas lokal adalah unit sosial yang paling jujur. Di sana, tidak ada retorika politik yang muluk-muluk. Yang ada hanyalah aksi nyata dan saling menjaga. Komunitas kecil—baik itu RT, RW, desa, atau kelompok hobi—adalah “negara mini” yang sesungguhnya. Di dalam komunitas inilah masalah pertama kali muncul, dan di sinilah seharusnya solusi pertama kali diciptakan.
Namun, sistem politik kita saat ini memperlakukan komunitas hanya sebagai objek mobilisasi suara setiap lima tahun sekali. Setelah itu, komunitas ditinggalkan sendirian untuk memecahkan masalahnya tanpa wewenang dan sumber daya yang cukup. Kita dipaksa menunggu “anggaran turun” dari pusat yang birokrasinya berbelit, padahal masalah drainase atau keamanan lingkungan butuh solusi saat ini juga.
Partai Gema Bangsa percaya bahwa kemandirian negara adalah hasil penjumlahan dari kemandirian komunitas-komunitasnya.
Bayangkan jika setiap komunitas memiliki kedaulatan untuk mengelola sistem pangannya sendiri melalui kebun kolektif. Bayangkan jika warga punya hak suara yang lebih besar dalam menentukan bagaimana anggaran pembangunan di lingkungan mereka digunakan, tanpa harus selalu disetir oleh agenda pusat yang seringkali tidak relevan. Inilah inti dari desentralisasi yang kami perjuangkan: memperkuat simpul-simpul di tingkat bawah.
Jika tetangga sudah saling menjaga, jika komunitas sudah mandiri secara energi dan ekonomi lokal, maka fondasi bangsa ini akan menjadi sekeras karang. Kita tidak lagi menjadi bangsa yang rapuh karena bergantung pada satu pusat kekuasaan saja. Kita akan menjadi bangsa yang tangguh karena memiliki jutaan pusat kekuatan di setiap sudut pemukiman.
Politik Gema Bangsa bukan tentang membangun monumen di tengah kota. Politik kami adalah tentang memperkuat ikatan di antara pagar-pagar rumah Anda. Karena bagi kami, gotong royong bukan sekadar jargon, melainkan sistem politik masa depan.
