30 C
Jakarta

Kinerja Moncer 2025, BSI Perkokoh Peran sebagai BUMN Strategis dan Bank Emas Nasional

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menutup tahun 2025 dengan kinerja impresif. Ditopang kondisi ekonomi makro yang solid serta dukungan kebijakan pemerintah, termasuk izin khusus sebagai bullion bank, hampir seluruh indikator kinerja perseroan tumbuh dua digit dan melampaui rata-rata industri perbankan.

Hingga Desember 2025, BSI mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun atau tumbuh 14,49% secara tahunan (YoY). Pembiayaan tersebut mayoritas disalurkan ke segmen pro-rakyat seperti SME, mikro, konsumer, serta pembiayaan komersial di sektor pendidikan dan kesehatan, ASN, dan BUMN. Total outstanding pada segmen ini mencapai Rp285,70 triliun atau setara 90% dari total pembiayaan.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan bahwa fokus pembiayaan tersebut merupakan bentuk komitmen perseroan dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kinerja solid BSI pada tahun 2025 ditopang berbagai faktor dan berjalannya fungsi intermediasi yang didukung pendanaan yang ample serta penyaluran pembiayaan yang sehat, tepat sasaran, dan juga kontribusi dukungan pembiayaan program yang sejalan dengan Astacita Pemerintah,” ujarnya.

Dari sisi kualitas aset, BSI mampu menjaga pembiayaan tetap sehat. Rasio NPF gross tercatat di level 1,81%, membaik dibandingkan tahun sebelumnya, sementara NPF nett berada di level 0,47%. Perbaikan tersebut ditopang oleh pengelolaan risiko yang disiplin dan strategi sesuai dengan karakteristik segmen bisnis serta nasabah.

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 16,20% (YoY) menjadi Rp380 triliun. Struktur DPK didominasi dana murah (CASA) sebesar 61,62% atau Rp234 triliun, dengan tabungan sebagai pendorong utama yang tumbuh 15,72% (YoY) menjadi Rp162,63 triliun. Kinerja tersebut mendorong total aset BSI naik 11,64% (YoY) menjadi Rp456 triliun.

Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho menyampaikan bahwa kinerja positif perseroan juga didukung optimalisasi dual license yang dimiliki BSI sebagai bank syariah dengan ekosistem Islami, termasuk ekosistem haji, serta izin sebagai bullion bank.
‘’Tahun ini kami melakukan sosialisasi Tabungan Haji kepada pegawai negeri di daerah dan hasilnya signifikan untuk peningkatan DPK terutama dari Tabungan Haji yang tumbuh lebih dari 10%.’’
Saat ini, jumlah rekening Tabungan Haji telah melampaui 6 juta, seiring pertumbuhan nasabah prioritas yang meningkat 17,30% (YoY).

Selain itu, BSI dipercaya menyalurkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp10 triliun yang seluruhnya telah disalurkan ke sektor pembiayaan. Izin sebagai bullion bank juga memberikan dampak signifikan terhadap perluasan basis nasabah. Dalam waktu kurang dari satu tahun sejak diresmikan sebagai Bank Emas, BSI telah menghimpun sekitar 1 juta nasabah dalam ekosistem emas, mencakup layanan Bullion Bank, Cicil Emas, dan Gadai Emas.

Pembiayaan yang tumbuh sehat dan berkelanjutan turut mendorong laba bersih perseroan menjadi Rp7,57 triliun atau naik 8,02% (YoY).

Dukungan terhadap Program Pemerintah

Di luar kinerja bisnis, BSI aktif mendukung berbagai program strategis pemerintah. Perseroan terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan 1.350 virtual account Mitra BGN, mendukung pengembangan sekitar 80.000 koperasi KDMP, serta menyalurkan pembiayaan KUR sebesar Rp12,2 triliun kepada 90 ribu nasabah.

BSI juga berperan dalam Program 3 Juta Rumah FLPP. Sejak merger, total pembiayaan FLPP yang telah disalurkan mencapai Rp3,5 triliun untuk pembangunan sekitar 23 ribu unit rumah subsidi.

Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna mengungkapkan bahwa jumlah nasabah BSI terus meningkat seiring penguatan layanan dan ekspansi produk.
‘’Ini pertumbuhan nasabah tertinggi bagi BSI. Kami harus terus melakukan perluasan akses baik melalui organik penambahan layanan operasional di wilayah strategis termasuk pasar, dan juga melalui BSI Agen.’’
Sepanjang 2025, jumlah nasabah BSI mencapai 23,1 juta atau bertambah 2,03 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk mendukung perluasan layanan, BSI terus memperkuat transformasi teknologi informasi dan transaksi digital guna menghadirkan layanan yang cepat, aman, dan andal hingga ke pelosok daerah. Saat ini, BSI memiliki 1.049 kantor cabang, sekitar 6 ribu unit ATM/CRM, 126 ribu BSI Agen, serta kerja sama dengan 21 ribu merchant EDC dan 563 ribu merchant QRIS. Pengguna mobile banking BYOND by BSI tercatat sebanyak 5,9 juta, sementara aplikasi BEWIZE telah digunakan oleh 43 ribu pengguna.

Di bidang sosial, sepanjang 2025 BSI konsisten menyalurkan zakat dan dana sosial melalui berbagai program, mulai dari beasiswa pendidikan bagi lebih dari 10 ribu siswa berprestasi, pembinaan 4.900 UMKM, pengelolaan 77 Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia), hingga bantuan kemanusiaan dan kebencanaan, termasuk dukungan khusus bagi masyarakat Aceh.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!