WONOGIRI, MENARA62.COM – Dalam rangka peningkatan pemahaman keagamaan serta menumbuhkan kepedulian sosial masyarakat, kelompok KKN-Dik Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Tata Cara Pemulasaran Jenazah dan Program Celengan Infaq pada Sabtu (31/1). Kegiatan ini bertempat di Masjid Al Barokah Danan, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri.
Eko Febryanto perwakilan KKN Dik UMS menjelaskan bahwa celengan infaq diharapkan dapat menjadi media sederhana namun efektif untuk membiasakan masyarakat menyisihkan sebagian rezekinya setiap hari.
“Melalui celengan infaq ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersedekah secara rutin, meskipun jumlahnya kecil, tetapi dilakukan dengan istiqamah,” ujar Eko, Rabu (4/2).
Celengan infaq yang dibagikan kepada warga nantinya akan dikumpulkan secara berkala dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan keagamaan, sosial, serta kebutuhan Masjid Al Barokah Danan.
Program ini juga diharapkan mampu menanamkan nilai kepedulian sosial, gotong royong, dan semangat berbagi, baik kepada orang dewasa maupun anak-anak di lingkungan sekitar.
Masyarakat menyambut baik program celengan infaq tersebut. Atik, salah satu warga, menyampaikan bahwa program ini dapat menjadi sarana pendidikan bagi keluarga untuk membiasakan bersedekah sejak dini.
“Dengan adanya celengan ini, anak-anak di rumah jadi belajar berbagi sejak kecil,” ungkap Atik.
Kepala Desa Sendangagung, Karsino, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN-Dik UMS atas terselenggaranya kegiatan keagamaan yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan warga terutama bagi umat muslim, karena sosialisasi ini sangat memberikan bekal penting agar masyarakat tidak bingung dan ragu saat mengurus jenazah sesuai ajaran islam” ujarnya.
Ia juga berharap sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik.
“Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN Dik-UMS tidak hanya memberi ilmu, tetapi juga mempererat kebersamaan dan kepedulian sosial warga,” tambahnya.
Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Giriwoyo, Ahmad Widodo. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemahaman syariat islam dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya terkait pemulasaran jenazah.
Pada sesi inti, Halim Fatkhuri hadir sebagai pembicara utama. Ia menyampaikan materi pemulasaran jenazah secara runtut, sistematis, dan mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Materi diawali dengan penjelasan mengenai kedudukan pemulasaran jenazah sebagai bagian dari fardhu kifayah yang apabila telah dilaksanakan oleh sebagian umat Islam, maka gugurlah kewajiban bagi yang lain.
Namun demikian, Halim juga menegaskan bahwa semakin banyak umat yang memahami dan mampu melaksanakannya, maka semakin baik bagi kehidupan bermasyarakat.
“Mengurus jenazah itu bukan sekadar tugas, tetapi ibadah yang pahalanya besar. Karena itu, harus dilakukan dengan ilmu dan niat yang ikhlas,” jelas Halim di hadapan jamaah.
Halim kemudian menjelaskan tahapan pemulasaran jenazah mulai dari memandikan jenazah, mengkafani, menshalatkan, hingga menguburkan jenazah. Setiap tahapan dijelaskan secara detail, termasuk niat, adab, serta hal-hal yang perlu diperhatikan agar proses pemulasaran berjalan sesuai syariat.
Ia juga menyinggung beberapa kesalahan yang masih sering terjadi di masyarakat, seperti kurangnya kehati-hatian dalam memandikan jenazah atau kekeliruan dalam pengkafanan.
“Sering kali kesalahan terjadi bukan karena sengaja, tetapi karena kurangnya pengetahuan. Maka, belajar seperti ini sangat penting,” tambahnya.
Selain itu, Halim menekankan pentingnya sikap ikhlas, sabar, dan penuh penghormatan kepada jenazah.
Menurutnya, mengurus jenazah bukan hanya sekadar menjalankan kewajiban agama, tetapi juga wujud kasih sayang dan penghormatan terakhir kepada sesama Muslim.
Penjelasan tersebut membuat jamaah semakin memahami bahwa pemulasaran jenazah memiliki nilai ibadah yang sangat besar.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif.
Jamaah diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada pemateri terkait berbagai permasalahan yang sering dihadapi di masyarakat. Beberapa warga menanyakan tentang tata cara pemulasaran jenazah dalam kondisi tertentu, seperti jenazah yang meninggal karena sakit menular atau jenazah perempuan yang dimandikan oleh keluarga terdekat.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab dengan jelas dan bijaksana oleh Halim Fatkhuri.
Selain sosialisasi pemulasaran jenazah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi program celengan infaq.
Program ini merupakan upaya untuk menumbuhkan kebiasaan berinfaq secara rutin di tengah masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Halim Fatkhuri. Doa dipanjatkan agar ilmu yang disampaikan dapat bermanfaat dan diamalkan oleh masyarakat, serta program celengan infaq dapat berjalan secara berkelanjutan. (*)
