30 C
Jakarta

KKNT 38 Universitas Darussalam Gontor Percantik Waduk Selo Majid Krandegan, Dorong Pariwisata Desa

Baca Juga:

NGAWI, MENARA62.COM
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik 38 (KKNT 38) Universitas Darussalam Gontor kembali melanjutkan program pengembangan dekorasi di Waduk Selo Majid Krandegan Ngawi, Sabtu (21/2/2026) pukul 09.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercantik ruang publik yang selama ini menjadi ikon Desa Krandegan sekaligus ruang interaksi warga. Sejak pagi, mahasiswa tampak bekerja terkoordinasi untuk memperbaiki tampilan area waduk agar lebih rapi, estetis, dan nyaman dikunjungi.
Ketua tim KKNT 38, Lira Agustina, menegaskan bahwa program dekorasi ini dirancang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. “Kami melanjutkan penataan yang sudah dimulai sebelumnya, dengan fokus pada elemen visual, kebersihan area, serta penataan tanaman. Harapannya, Waduk Selo Majid tidak hanya indah dipandang, tetapi juga lebih fungsional sebagai ruang publik warga,” ujarnya. Menurutnya, pendekatan kolaboratif dengan masyarakat menjadi kunci agar hasil program dapat dirawat bersama setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.
Dalam pelaksanaannya, tim KKNT 38 membagi peran secara jelas. Arini Muzayyanah bertanggung jawab pada pembuatan media tanam berupa tanah pupuk untuk menunjang keberlanjutan tanaman hias di sekitar waduk. Sementara itu, Lailil Khilmiatul, Qonita Izzah, Resyika Azka, dan Farrah Nisriinaa fokus pada pengecatan elemen dekoratif untuk memperbarui warna dan menambah kesan segar pada fasilitas yang mulai kusam. Inneke Putri mengerjakan desain grafis, termasuk perancangan visual penunjuk area dan ornamen edukatif yang diharapkan memperkuat identitas Waduk Selo Majid sebagai destinasi ramah keluarga.
Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek estetika, tetapi juga pada kenyamanan pengunjung. Penataan ulang sudut-sudut waduk diarahkan agar lebih tertib, aman, dan mudah diakses. Mahasiswa juga melakukan pembersihan ringan di beberapa titik untuk memastikan area publik tetap higienis. “Waduk adalah ruang bersama. Ketika tampilannya tertata, warga akan lebih betah datang, bersantai, atau beraktivitas,” kata salah satu anggota tim saat ditemui di lokasi.
Antusiasme warga tampak nyata. Rohmad Abadi, warga setempat, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKNT 38. “Kami sangat berterima kasih atas upaya mahasiswa KKNT 38. Waduk ini semakin indah dan nyaman untuk dikunjungi,” tuturnya. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dengan melibatkan pemuda desa agar rasa memiliki terhadap fasilitas umum semakin kuat.
Melalui program pengembangan dekorasi ini, KKNT 38 mendorong penguatan pariwisata lokal berbasis partisipasi masyarakat. Waduk Selo Majid diharapkan mampu menjadi titik temu sosial sekaligus potensi destinasi desa yang tertata, ramah pengunjung, dan berkelanjutan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!