30 C
Jakarta

Lautan 5.000 Jamaah Padati Masjid Al-Bakrie, Silaturahim Syawal Muhammadiyah Bandar Lampung Menggema

Baca Juga:

BANDAR LAMPUNG, MENARA62.COM – Ribuan warga dan simpatisan Muhammadiyah memadati Masjid Raya Al-Bakrie, Bandar Lampung, dalam agenda Silaturahim Syawal 1447 H, Sabtu (4/4/2026).

Antusiasme massa yang luar biasa membuat masjid ikonik tersebut bertransformasi menjadi “lautan manusia”.

Berdasarkan estimasi panitia, kehadiran jamaah diperkirakan menembus angka 5.000 orang, hingga meluber ke area selasar dan halaman masjid.

Acara yang diinisiasi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bandar Lampung ini mengusung tema “Idul Fitri Momentum Transformasi Diri Menuju Kehidupan yang Berkemajuan”.

Agenda tahunan ini bukan sekadar ajang maaf-memaafkan, melainkan menjadi momentum konsolidasi ideologis bagi gerakan dakwah di Bumi Ruwa Jurai.

 

Pencerah Umat dan Pembimbing Peradaban

 

Ketua PDM Kota Bandar Lampung, Dr. Riyuzen Praja Tuala, M.Pd., dalam pidatonya menekankan bahwa di usia yang kian matang, Muhammadiyah memikul tanggung jawab besar sebagai pencerah umat dan pembimbing peradaban dalam berbagai aspek kehidupan.

Ia menggarisbawahi pentingnya cara pandang yang luas namun tetap berpijak pada realitas akar rumput. “Warga persyarikatan dituntut untuk berpikir dan berwawasan global, namun tetap berbuat dan berkontribusi sesuai dengan kondisi lokal yang ada di Bandar Lampung,” ujar Dr. Riyuzen.

Lebih lanjut, ia berpesan agar warga Muhammadiyah bersikap selektif dan moderat dalam merespons dampak perubahan zaman yang begitu cepat.

Strategi gerakan harus mengedepankan kesabaran serta berorientasi sepenuhnya pada kemaslahatan umat.

Muhammadiyah harus hadir sebagai solusi konkret. Kita menjadi mitra strategis pemerintah dengan narasi pencerahan, memastikan kemajuan bangsa tetap berjalan di atas rel moralitas yang kokoh,” tegasnya disambut gemuruh takbir jamaah.

 

Bedah Risalah Islam Berkemajuan

 

Puncak acara diisi oleh tausiyah dari mubaligh asal Yogyakarta, Ustadz Mujiman. Dengan gaya penyampaian yang bernas, ia membedah filosofi Risalah Islam Berkemajuan sebagai jawaban atas tantangan global tahun 2026.

Ustadz Mujiman menjelaskan bahwa identitas Muhammadiyah terletak pada keseimbangan antara purifikasi (pemurnian akidah) dan dinamisasi (pembaruan amal). Beberapa poin krusial yang ia rumuskan antara lain :

Fundamen Tauhid: Membebaskan umat dari belenggu takhayul modern.

Ijtihad & Tajdid : Menolak sikap taklid dan terus menghidupkan pemikiran cerdas untuk menjawab persoalan zaman.

Wasathiyah (Moderasi) : Menjadi titik tengah yang menjunjung tinggi kemajemukan dan menolak ekstremisme.

Amal Usaha Nyata : Menegaskan bahwa Islam adalah aksi nyata melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

“Di tahun 2026 ini, kita tidak boleh statis. Islam harus menjadi Rahmatan lil ‘Alamin yang inklusif dan proaktif menguasai teknologi demi kemaslahatan umat,” pesan Ustadz Mujiman.

 

Refleksi Kedisiplinan

 

Meski dihadiri sekitar 5.000 jamaah, suasana di lokasi tetap terkendali, tertib, dan khidmat. Kedisiplinan jamaah dalam menjaga kebersihan dan alur gerak menjadi bukti nyata nilai-nilai organisasi yang telah tertanam kuat.

Kehadiran massa yang masif ini menjadi sinyalemen kuat bahwa pengaruh Muhammadiyah di Kota Bandar Lampung semakin mengakar. Silaturahim Syawal 1447 H ini ditutup dengan optimisme tinggi untuk terus berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan nasional.

Laporan: Tim Publikasi PDM Bandar Lampung Lokasi: Masjid Raya Al-Bakrie, Bandar Lampung

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!