30 C
Jakarta

Lebih dari 1,8 Juta Siswa Jenjang SMP Mengikuti TKA Hari Pertama

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP berlangsung dengan baik dan terkendali. Antusiasme yang tinggi dari sekolah, murid, dan orang tua menjadi sinyal positif bahwa transformasi digital dalam evaluasi pendidikan semakin dipahami, diterima, dan dijalankan secara bersama.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 1.899.878 peserta telah mengikuti TKA pada hari pertama yang tersebar di berbagai satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

“Kami bersyukur pelaksanaan TKA hari pertama berjalan dengan baik. Ini adalah hasil kerja bersama banyak pihak, mulai dari sekolah, guru, pengawas, hingga tim teknis di pusat dan daerah,” ujar Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, di Jakarta, Selasa (7/4).

Pelaksanaan TKA hari pertama ini dimulai secara serentak pada pukul 07.00 WIB s.d. 15.30 WIB dan terbagi dalam 4 sesi. Sesi pertama diikuti oleh 700.532 peserta, sesi kedua diikuti oleh 675.330 peserta, sesi ketiga diikuti oleh 419.391 peserta, dan sesi terakhir diikuti oleh 104.625 peserta. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebelumnya telah menyediakan beragam pilihan sesi pelaksanaan yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Dengan pengaturan waktu yang lebih merata, diharapkan seluruh murid dapat mengikuti asesmen dengan rasa aman, nyaman, dan percaya diri.

“Bagi peserta yang berhalangan mengikuti TKA pada pelaksanaan saat ini, terutama karena terdampak bencana atau kondisi kahar lainnya, Kemendikdasmen memberikan kesempatan untuk mengikuti TKA susulan yang dijadwalkan pada Mei 2025, sehingga seluruh peserta tetap memperoleh hak yang sama dalam mengikuti asesmen,” jelas Toni.

Kemendikdasmen juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, hingga orang tua dan peserta didik, atas dukungan dan partisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan TKA hari pertama ini. Keberhasilan pelaksanaan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sistem pusat, tetapi juga oleh strategi pengaturan di tingkat satuan pendidikan. Kolaborasi bersama menjadi kunci agar pelaksanaan TKA dapat berlangsung semakin baik.

“Kami percaya bahwa ini adalah proses belajar bersama. Dengan kolaborasi dan saling memahami, kita dapat menghadirkan sistem evaluasi yang semakin baik untuk anak-anak kita,” tutup Toni.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!