SOLO, MENARA62.COM – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., secara resmi membuka Rapat Koordinasi bertajuk : “Akselerasi Transformasi Pendidikan Tinggi Jawa Tengah: Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan. Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis”, konsolidasi antara LLDIKTI VI, pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS), serta badan penyelenggara untuk memperkuat arah transformasi pendidikan tinggi di Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Aisyah menegaskan bahwa pertemuan ini memiliki arti penting sebagai forum komunikasi dan penguatan komitmen bersama dalam menjawab tantangan zaman yang berkembang sangat cepat.
“Transformasi pendidikan tinggi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan agar perguruan tinggi tetap relevan, bermutu, dan berdaya saing,” tegasnya Rabu (11/2) di Ruang Seminar Lt 8 Gedung FEB UMS.
Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi dituntut mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan global, perkembangan teknologi, serta kebutuhan dunia kerja dan masyarakat. Di tingkat regional, transformasi pendidikan tinggi di Jawa Tengah tidak hanya diarahkan pada penguatan mutu akademik, tetapi juga pada kemampuan perguruan tinggi dalam memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, potensi lokal Jawa Tengah harus menjadi sumber inspirasi sekaligus solusi atas persoalan riil masyarakat. Perguruan tinggi diharapkan mampu mendorong kemajuan ekonomi, sosial, dan budaya secara berkelanjutan.
Aisyah juga menekankan pentingnya sinergi kuat antara pimpinan perguruan tinggi dan badan penyelenggara. Kehadiran para ketua yayasan yang mendampingi pimpinan PTS dalam forum tersebut menjadi sinyal positif komitmen bersama membangun tata kelola yang sehat dan patuh regulasi.
“Budaya mutu adalah fondasi utama keberlanjutan PTS. Penyelarasan program dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) bukan sekadar pemenuhan administratif, tetapi harus dipahami sebagai upaya peningkatan kinerja dan kualitas institusi secara substansial,” ujarnya.
Ia berharap forum ini tidak berhenti pada diskusi, melainkan menghasilkan langkah konkret dan kesepakatan strategis yang dapat diimplementasikan di masing-masing perguruan tinggi. LLDIKTI Wilayah VI, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendampingi dan memfasilitasi PTS agar tumbuh menjadi institusi yang adaptif, inovatif, berdampak, dan berkelanjutan.
Arahan strategis juga disampaikan oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng. Dalam paparannya, ia menyoroti urgensi akselerasi transformasi pendidikan tinggi di Jawa Tengah melalui penguatan riset, inovasi, serta kolaborasi multipihak.
Rangkaian kegiatan turut diwarnai dengan Special Show Hadir dan Berdampak, penandatanganan simbolis komitmen bersama, serta peluncuran platform DIAJENG yang dapat diakses melalui laman https://diajeng.lldikti6.id/. Peluncuran ini menjadi salah satu wujud konkret dukungan transformasi berbasis digital dan tata kelola yang terintegrasi.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pleno yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Kristoko Dwi Hartomo, S.Kom., M.Kom. Dalam sesi tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah VI memaparkan materi bertajuk PTS Jawa Tengah Naik Kelas: Penguatan Tata Kelola untuk Mendorong Transformasi Pendidikan Tinggi Jawa Tengah.
Sementara itu, Direktur P2M, Prof. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., membahas penguatan ekosistem penelitian PTS yang mencakup aspek pendanaan, sumber daya manusia, hingga publikasi bereputasi. Ia menekankan pentingnya tata kelola riset yang sistematis agar mampu meningkatkan daya saing institusi.
Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., turut menyampaikan materi tentang strategi mengakselerasi capaian IKU melalui penguatan ekosistem akademik, riset, dan kemitraan. Menurutnya, integrasi tridarma perguruan tinggi dengan jejaring kolaborasi menjadi kunci percepatan transformasi.
Forum ini menjadi momentum penting bagi PTS di Jawa Tengah untuk “naik kelas” melalui tata kelola yang lebih kuat, riset yang berdampak, serta kolaborasi strategis. Dengan komitmen bersama, transformasi pendidikan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan mutu institusi, tetapi juga kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa. (*)


