27.8 C
Jakarta

Lonjakan Guru Besar UMS Bukti Komitmen Mutu Pendidikan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menduduki peringkat pertama dengan guru besar terbanyak di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA). Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., selaku Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat pada Sidang Senat Terbuka, bertempat di Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS, Selasa (20/1).

 

Pada kesempatan kali ini, UMS mengukuhkan lima Guru Besar baru diantaranya: 1. Prof. Dr. Ir. Suranto, S.T., M.M., M.Si., 2. Prof. Ir. Eko Setiawan, S.T., M.T., Ph.D., 3. Prof Heru Supriyono, S.T., M.Sc., Ph.D., 4. Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, SST.FT., Ftr., M.Kes., 5. Prof. Andri Nirwana. AN, S.TH., M.Ag., Ph.D.

 

Bambang menyampaikan rasa bangga kepada guru besar yang dikukuhkan kali ini, 3 darinya lulusan luar negeri. Ia juga mengapresiasi kepakaran riset lima guru besar yang bersifat keilmuan umum yang diintegrasikan dengan nilai-nilai agama.

 

“Walaupun semua kepakaran guru besar yang dikukuhkan pagi ini bersifat keilmuan umum. Namun, ada korelasi dan integrasi dengan nilai-nilai Islam”, terangnya.

 

Ia juga menyoroti gagasan riset yang diusung oleh Prof. Andri Nirwana. AN, S.TH., M.Ag., Ph.D., mengintegrasikan Ilmu Tafsir dengan nilai-nilai kebangsaan, hal itu, menurut Bambang menunjukkan bahwa ilmu-ilmu agama relevan dengan nila-nilai kebangsaan.

 

“Riset Prof Andri menunjukan bahwa ilmu-ilmu agama, khususnya pada ilmu tafsir dapat relevan sesuai dengan perkembangan zaman ”, ungkapnya.

 

Persyarikatan Muhammadiyah memiliki 167 Perguruan Tinggi, Menurut Bambang dengan mengukuhkan lima guru besar baru menandakan bahwa UMS berupaya untuk terus berkontribusi dalam mencetak guru besar di persyarikatan Muhammadiyah. UMS menduduki peringkat pertama dengan guru besar terbanyak di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah & Aisyiyah.

 

“Dikukuhkannya lima guru besar pagi ini, menjadikan UMS rangking pertama dengan guru besar terbanyak, disusul Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) juga Universitas Ahmad Dahlan (UAD)”, ujarnya.

 

Bambang juga menegaskan bahwa riset yang bagus adalah yang dapat membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat, sehingga dapat mengongkong visi kampus “berdampak pada masyarakat”.

 

“Riset yang bagus bukan lah yang muluk-muluk, tapi yang sederhana dan mampu membantu UMKM di sekitar kita”, tegasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!