26.1 C
Jakarta

LP3A UMS Perkuat Karakter Kader Penerima BKAD

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Lembaga Pengembangan, Persyarikatan, Perkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan pendampingan dan koordinasi penerima Beasiswa Kader Ahmad Dahlan (BKAD). Bertempat di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS pada Sabtu, (17/1).

 

Pendampingan dan Koordinasi merupakan forum pengarahan arah gerak mahasiswa penerima beasiswa BKAD selama menjalankan masa studi jenjang sarjana di UMS, yang dinaungi dan dipantau langsung oleh LP3A UMS.

 

Ketua LP3A UMS, Dr. Bambang Sukoco, S.H., M.H., menyatakan bahwa Beasiswa BKAD merupakan skema yang menarik lantaran menggunakan nama K.H Ahmad. Menurutnya, nama tersebut menjadi sebuah ikhtiar untuk mencetuskan Dahlan muda selanjutnya. Menurut Bambang terdapat 3 warisan dalam diri KH Ahmad Dahlan yang harus ditanam pada jiwa mahasiswa.

 

“Ahmad Dahlan seorang pembelajar, pemberani, dan pembaharu. Tiga warisan tersebut harus diwarisi dalam diri kader-kader Muhammadiyah”, ujarnya, Ahad (18/1).

 

Bambang juga mendorong mahasiswa penerima BKAD UMS untuk turut aktif di organisasi dan kegiatan masyarakat sekitar, sehingga bisa ikut menyokong cita-cita UMS, berdampak pada masyarakat sekitar.

 

“UMS memiliki visi berdampak kepada masyarakat. Maka, Mahasiswa UMS terutama penerima beasiswa BKAD harus turut andil dalam mengupayakan visi tersebut,” ungkapnya.

 

Bambang berpesan kepada mahasiswa penerima beasiswa BKAD UMS untuk terus menjadi mahasiswa plus. “Jadilah mahasiswa plus, unggul dalam akademik dan berdampak pada masyarakat sekitar,” tegasnya.

 

Sesi koordinasi sebelumnya disampaikan langsung oleh Azizah Fatmawati, S.T., M.Cs., selaku Ketua Bidang Kaderisasi, Pembinaan Ortom, dan Beasiswa Kader LP3A UMS. Dalam sesi koordinasi ini membahas evaluasi seputar perjalanan mahasiswa penerima beasiswa BKAD UMS selama 1 semester, meliputi absensi kehadiran koordinasi, dinamika perkuliahan, dan hasil ujian akhir semester (UAS) ganjil.

 

Pada evaluasi dinamika perkuliahan, banyak mahasiswa terkendala dalam perihal manajemen waktu dan karakteristik dosen yang majemuk. Azizah menekankan untuk mengetahui karakteristik dosen-dosen pengampu mata kuliah dan mengatur strategi dalam menyelesaikan tugas dosen.

 

“Teman-teman harus masuk di awal pertemuan kuliah, agar teman-teman mengetahui karakteristik dosen pengampu dan menyusun strategi selama satu semester kedepan,” tuturnya.

 

Azizah juga mengingat kembali dinamika perjalanan masa kuliahnya. Azizah mengatakan sempat berada pada situasi terpuruk akibat nilai IPK rendah. Menurut Azizah dalam menghadapi situasi tersebut harus menumbuhkan motivasi dalam diri.

 

“Motivasi yg berpengaruh signifikan berasal dari diri kita masing-masing”, ujarnya.

 

Menutup sesi koordinasi dan pendampingan, Azizah memberikan sepercik motivasi dengan mengutip perkataan pepatah Arab Mann sarra ala dzarki washola, yang artinya barangsiapa yang berjalan di atas jalan yang benar, maka akan sampai pada tujuannya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!