26.6 C
Jakarta

LPCR PM PDM Surakarta Perkuat Cabang-Ranting Lewat Rakor dan FGD Masjid Unggulan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) PCM–PRM–Takmir Masjid serta Focus Group Discussion (FGD) Pembentukan Masjid Unggulan, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula Universitas Muhammadiyah PKU (UMPKU) Surakarta ini menjadi langkah strategis penguatan program pengembangan cabang dan ranting dalam upaya memakmurkan masjid.

Rakor dan FGD diikuti perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), takmir Masjid Wakaf Muhammadiyah, serta unsur organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah. Agenda utama diarahkan pada konsolidasi program kemasjidan tahun 2026, khususnya persiapan Ramadan dan Iduladha, sekaligus rintisan Masjid Unggulan Muhammadiyah di Kota Surakarta.

Ketua LPCR PM PDM Kota Surakarta, H. Sumanto, SKp., MKes., menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat dakwah dan syiar Islam yang hidup. Menurutnya, Rakor ini menjadi ruang menyatukan langkah cabang, ranting, takmir, dan ortom agar program kemasjidan berjalan terintegrasi.

“LPCR PM bersama cabang, ranting, dan takmir Masjid Wakaf Muhammadiyah berkumpul untuk mempersiapkan kegiatan tahun 2026, terutama Ramadan dan Iduladha. Seluruh ortom dilibatkan agar masjid benar-benar dimakmurkan dan menjadi lahan dakwah serta penggerak jamaah,” ujarnya.

Perwakilan PDM Kota Surakarta, Azhari, S.S., menyoroti pentingnya pengelolaan masjid berbasis standar dan data. Ia menyebutkan, di Kota Surakarta terdapat sekitar 140–145 masjid Muhammadiyah yang perlu dikelola secara lebih maju dan profesional.

“Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 15 kriteria Masjid Unggulan. Melalui FGD ini, kita dorong agar kriteria tersebut terpenuhi sehingga monitoring ke depan berbasis data dan pengelolaan masjid semakin modern,” jelas Azhari.

Sementara itu, anggota LPCR PM PP Muhammadiyah Bidang II Pembinaan Masjid, Dodi Afianto, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi dan penyamaan persepsi terkait rintisan Masjid Unggulan di Surakarta. Salah satu masjid yang didorong menjadi pilot project adalah Masjid Nurul Hidayah, bersama penguatan ranting dan cabang yang telah mulai bergeliat.

“Kita menyiapkan Surakarta sebagai percontohan, sekaligus mendorong cabang dan ranting untuk mengikuti CRM Award 2026 di Ponorogo. Ini penting untuk menguatkan peran masjid sebagai pusat gerakan dakwah dan pemberdayaan,” paparnya.

Melalui Rakor dan FGD ini, LPCR PM PDM Kota Surakarta berharap terbangun sinergi kuat antara cabang, ranting, takmir, dan ortom Muhammadiyah. Dengan demikian, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, dakwah berkemajuan, serta penggerak aktivitas sosial-keagamaan yang berdampak luas bagi masyarakat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!