30 C
Jakarta

Mahasantri Shabran UMS Gagas Ramadhan Island Fest Raja Ampat

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasantri Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang juga Dai Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LDK PP Muhammadiyah), Ari Hardianto, S.Pd., menggagas penyelenggaraan Ramadhan Island Fest 1447 H di Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat. Festival keagamaan ini menjadi kegiatan perdana yang digelar di wilayah kepulauan tersebut dengan tujuan memperkuat pendidikan Al-Qur’an sekaligus membangun semangat religius di kalangan generasi muda.

Kegiatan yang dilaksanakan di Distrik Salawati Tengah ini lahir dari keprihatinan terhadap tantangan pendidikan keagamaan di wilayah kepulauan, khususnya di kawasan Papua Barat Daya. Kondisi geografis yang terpencil, keterbatasan sarana prasarana, serta minimnya pembinaan keagamaan yang terstruktur menjadi latar belakang lahirnya inisiatif tersebut.

Sebagai mahasantri Pondok Shabran UMS yang sedang menjalani masa pengabdian melalui program dakwah komunitas LDK PP Muhammadiyah, Ari melihat pentingnya menghadirkan ruang kreatif bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan kemampuan religius mereka.

“Kegiatan ini kami hadirkan sebagai wadah bagi santri TPA dan pelajar untuk mengekspresikan kemampuan mereka dalam bidang keagamaan, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini,” ujar Ari, Kamis (12/3).

Ramadhan Island Fest 1447 H mengusung visi membangun ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang dinamis dan berkelanjutan di wilayah kepulauan. Festival ini diikuti oleh pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat TK hingga SMP/MTs melalui sejumlah kompetisi edukatif yang membangun karakter.

Beberapa perlombaan yang digelar di antaranya Tahfidz Juz 30, lomba adzan, dan cerdas cermat Islami. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Komplek Perguruan Muhammadiyah Salawati Tengah, termasuk di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Kalobo.

Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya diuji kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga didorong untuk memahami serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antara santri, guru, orang tua, serta masyarakat di wilayah kepulauan Raja Ampat. Festival ini sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah sebagai pusat pembinaan umat di daerah terpencil.

Dampak positif dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Para peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam membaca Al-Qur’an secara tartil serta menghafal doa-doa harian. Bagi lembaga pendidikan Islam, kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap metode pembelajaran Al-Qur’an yang selama ini diterapkan.

Sebagai puncak acara, Ramadhan Island Fest 1447 H ditutup dengan tabligh akbar di Masjid Al-Muhajirin yang menghadirkan Kamaluddin, S.S., M.M., Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat Daya, sebagai penceramah.

Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dai LDK PP Muhammadiyah, unsur Muhammadiyah, Aisyiyah, serta masyarakat setempat dalam membangun tradisi religius di wilayah kepulauan.

Ari berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi generasi muda di Salawati Tengah untuk semakin mencintai Al-Qur’an. “Kami berharap Ramadhan Island Fest ini menjadi awal dari gerakan pendidikan Al-Qur’an yang lebih kuat di Raja Ampat, sehingga lahir generasi Qur’ani yang beriman, berakhlak, dan berprestasi,” ujarnya.

Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat ekosistem pendidikan Islam sekaligus menumbuhkan tradisi positif dalam menyambut bulan suci Ramadhan di wilayah kepulauan Raja Ampat.
(*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!