30 C
Jakarta

Mahasiswa Beasiswa Kader UMS Didorong Jadi Unggul

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa penerima Beasiswa Kader Universitas Muhammadiyah Surakarta https://www.ums.ac.id/ (UMS) diingatkan untuk tidak sekadar menjadi mahasiswa biasa, tetapi tampil sebagai kader unggul yang membawa nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan akademik maupun sosial.

 

Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) UMS, Dr. Bambang Sukoco, S.H., M.H., http://ums.ac.id/profile/bambang-sukoco dalam kegiatan pembinaan mahasiswa penerima Beasiswa Kader yang digelar di Auditorium Mohammad Djazman Kampus I UMS.

 

Dalam sambutannya, Bambang menegaskan bahwa mahasiswa penerima beasiswa kader merupakan individu terpilih dari ribuan pendaftar. Oleh karena itu, mereka harus menyadari statusnya sebagai kader Muhammadiyah yang memiliki tanggung jawab lebih.

“Adik-adik semua adalah kader Muhammadiyah. Bahkan kader pilihan. Maka ini perlu disyukuri dan disadari,” ujarnya Jumat (10/4).

 

Ia juga menekankan bahwa beasiswa yang diterima bukan sekadar bantuan finansial, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Bentuk pertanggungjawaban tersebut diwujudkan melalui karakter dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Muhammadiyah.

 

Menurutnya, mahasiswa kader harus mampu menjadi pembaharu, pelopor, sekaligus pembeda di tengah masyarakat.

“Mahasiswa penerima beasiswa kader harus unggul dalam akademik, ibadah, dan kepedulian sosial. Itu yang mencerminkan kader Muhammadiyah berkemajuan,” tambahnya.

 

Selain itu, Bambang menekankan pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik, aktivitas organisasi, dan gerakan dakwah. Ia bahkan menyinggung evaluasi akademik sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas mahasiswa kader.

 

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter mahasiswa kader UMS agar mampu menjadi generasi penerus Muhammadiyah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai keislaman dan kepedulian sosial,” tegasnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, H. Dodok Sartono, S.E., M.M., turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa.

 

Ia menegaskan bahwa keberadaan mahasiswa di forum tersebut bukan sekadar sebagai peserta, tetapi sebagai bagian dari kader persyarikatan yang memiliki tanggung jawab besar.

 

“Beasiswa yang Anda terima adalah amanah. Muhammadiyah tidak meminta pengembalian dalam bentuk materi, tetapi dalam bentuk kontribusi nyata,” tegasnya.

 

Dodok juga mendorong mahasiswa untuk aktif dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), memakmurkan masjid kampus, serta menunjukkan keunggulan akademik.

 

“Jangan sampai mahasiswa kader Muhammadiyah tertinggal secara akademik. Kalian harus unggul, baik intelektual maupun spiritual,” pesannya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!