30 C
Jakarta

Mahasiswa FHIP UMS Lolos DPRemaja 4.0 Advokasi KTR

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Abi Umaroh, mahasiswa Magister Ilmu Hukum UMS, resmi terpilih sebagai peserta Dewan Perwakilan Remaja (DPRemaja) 4.0 yang diselenggarakan oleh Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC).

Abi menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam DPRemaja 4.0 menjadi bagian dari komitmennya mengintegrasikan kajian akademik di bangku perkuliahan dengan praktik advokasi kebijakan secara langsung di masyarakat.

“Sebagai mahasiswa FHIP UMS, saya melihat pentingnya peran orang muda dalam mengawal implementasi kebijakan kesehatan, khususnya terkait pengendalian tembakau. Program ini menjadi ruang strategis bagi saya untuk memperkuat kapasitas sekaligus kontribusi nyata di daerah,” ujarnya saat diwawancarai pada Jumat (20/2).

Abi yang juga merupakan penerima Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut lolos setelah melalui proses seleksi ketat tingkat nasional. Program ini diikuti ribuan pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia.

DPRemaja 4.0 merupakan program nasional penguatan kapasitas advokasi kebijakan yang berfokus pada implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) serta pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 sebagai aturan turunan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, hanya 11 orang muda terpilih dari total 1.463 pendaftar di seluruh Indonesia. Mereka berasal dari tiga daerah fokus, yakni Lombok Utara, DKI Jakarta, serta wilayah Semarang-Solo Raya.

Sebagai perwakilan Daerah Pemilihan Jawa Tengah (Semarang-Solo Raya), Abi telah mengikuti rangkaian Bimbingan Teknis (BIMTEK) yang digelar di Hotel Tamarin Jakarta pada 10–13 Februari 2026. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas peserta dalam komunikasi kebijakan dan strategi advokasi.

Selama BIMTEK, peserta dibekali materi penyusunan policy brief, pemetaan aktor kebijakan, hingga simulasi advokasi berbasis studi kasus. Pendekatan ini memberikan pengalaman praktis dalam mengawal implementasi regulasi di tingkat daerah.

Pasca mengikuti BIMTEK, Abi akan kembali ke wilayah Semarang-Solo Raya untuk melakukan edukasi mengenai implementasi Kawasan Tanpa Rokok serta bahaya konsumsi produk tembakau, terutama bagi generasi muda dan remaja.

Menurutnya, penguatan literasi kebijakan dan peningkatan kesadaran publik menjadi langkah penting dalam menekan prevalensi perokok usia remaja. Ia menegaskan bahwa pengendalian iklan dan promosi produk tembakau memerlukan sinergi berbagai pihak.

“Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, lembaga kesehatan, institusi pendidikan, dan organisasi kepemudaan menjadi fondasi penting agar kebijakan tidak berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar terimplementasi dan berdampak pada perlindungan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Capaian ini semakin menegaskan peran mahasiswa FHIP UMS dalam ruang advokasi kebijakan publik di tingkat nasional. Hal tersebut sekaligus menunjukkan komitmen UMS dalam melahirkan generasi muda yang unggul, kritis, dan solutif dalam menjawab tantangan kesehatan dan demokrasi di Indonesia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!