30 C
Jakarta

Mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS Gelar Dakwah Modern di Wonogiri

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang bertugas di SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri menggelar kegiatan pengajian bertema “Modernisasi Strategi Gerakan Dakwah Islam dan Tajdid” pada Ahad malam, 8 Februari 2025. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Jami’ Ibrahim Ma’asbaal, Dusun Duwet, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri, dan dilaksanakan selepas salat Isya.

Pengajian tersebut diikuti oleh warga sekitar masjid, tokoh masyarakat, serta para santri dan siswa SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri. Jamaah berbondong-bondong hadir dan memerhatikan penuh selama kajian berlangsung.

Alifah, salah satu mahasiswa KKN DIK FKIP UMS menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghadirkan dakwah yang lebih membumi dan dekat dengan kehidupan masyarakat. “Melalui pengajian ini, kami ingin menyampaikan bahwa dakwah Islam bisa dilakukan dengan cara yang santun, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini, tanpa meninggalkan nilai-nilai pokok ajaran Islam,” ujarnya, Rabu (25/2).

Dalam penyampaian kajian, mahasiswa KKN DIK FKIP UMS mengangkat pentingnya modernisasi strategi dakwah Islam tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran agama. Dakwah tidak hanya dipahami sebagai ceramah semata, tetapi juga sebagai upaya menyentuh masyarakat melalui berbagai pendekatan yang relevan dengan kondisi zaman.

Materi kajian menekankan bahwa dakwah Islam memiliki beragam metode yang dapat diterapkan di tengah masyarakat, seperti dakwah bil-lisan melalui ceramah dan pengajian, dakwah bil-hal melalui keteladanan dan aksi nyata, dakwah bi-tadwin melalui tulisan dan media, serta dakwah bil-hikmah yang mengedepankan kebijaksanaan dan kelembutan dalam menyampaikan pesan. Pendekatan-pendekatan tersebut dinilai penting agar dakwah dapat diterima dengan baik oleh berbagai lapisan masyarakat.

Selain itu, konsep tajdid atau pembaruan juga menjadi fokus utama dalam pengajian ini. Tajdid dijelaskan sebagai upaya pemurnian ajaran Islam sekaligus pembaruan metode dakwah agar tetap relevan dengan perkembangan sosial, budaya, dan teknologi. Mahasiswa KKN UMS menekankan bahwa pembaruan tidak berarti mengubah ajaran, melainkan memperbarui cara penyampaian agar pesan Islam lebih mudah dipahami dan diamalkan.

Kajian juga mengajak jamaah untuk memahami dakwah secara utuh dan tidak parsial, dengan mempertimbangkan aspek sosial, budaya, serta kebutuhan masyarakat. Pendekatan dakwah yang kontekstual, santun, dan bertahap dinilai lebih efektif dibandingkan cara-cara konfrontatif yang justru dapat menimbulkan jarak di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS berharap dapat memberikan wawasan baru sekaligus menumbuhkan semangat dakwah yang lebih inklusif dan membumi. Pengajian ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung penguatan nilai keislaman di lingkungan masyarakat,” pungkas Alifah. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!