SOLO, MENARA62.COM – Upaya peningkatan kompetensi digital pendidik terus didorong oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui penyelenggaraan Workshop Smart Teaching: Efisiensi Kinerja Pendidik melalui Brisk AI di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Ngancar, Wonogiri.
Melalui workshop ini, mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS memperkenalkan Brisk AI sebagai platform kecerdasan buatan pendukung pembelajaran yang dapat dimanfaatkan guru untuk menyusun perangkat ajar, merancang materi pembelajaran, serta meningkatkan efisiensi kinerja pendidik.
Ketua KKN-DIK, Taufik, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa UMS dalam mendukung adaptasi pendidik terhadap pembelajaran berbasis teknologi.
“Melalui workshop ini, kami ingin guru dapat langsung mempraktikkan pemanfaatan Brisk AI sesuai kebutuhan pembelajaran di kelas. Teknologi diharapkan mampu membantu kinerja guru menjadi lebih efisien tanpa mengurangi kualitas pembelajaran,” ungkapnya, Jumat (6/2).
Taufik menerangkan, workshop diselenggarakan dengan pendekatan praktik teknis langsung agar para guru dapat memahami penggunaan Brisk AI secara aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di kelas, khususnya pada jenjang pendidikan dasar.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-DIK tidak hanya memberikan pemaparan mengenai konsep Smart Teaching, tetapi juga mendampingi guru secara intensif saat mencoba berbagai fitur Brisk AI yang mendukung proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
Respons positif terlihat dari antusiasme para guru MIM Ngancar yang aktif mengikuti setiap sesi kegiatan, mulai dari praktik penggunaan aplikasi hingga diskusi terkait tantangan penerapan AI dalam pembelajaran sehari-hari.
Pendekatan praktik langsung yang diterapkan dinilai memudahkan guru dalam memahami teknologi secara kontekstual, sekaligus membuka wawasan tentang pemanfaatan AI secara bijak dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS berharap para guru dapat terus mengoptimalkan Brisk AI sebagai alat bantu pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
Kegiatan yang telah dilaksanakan pada Kamis (22/1), menjadi bagian dari komitmen mahasiswa UMS dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang semakin masif dan berpengaruh terhadap dunia pendidikan. (*)
