30 C
Jakarta

Mahasiswa KKN-DIK UMS Edukasi Anti Bullying di SD MPK Pracimantoro

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Tahun 2026 menggelar sosialisasi anti bullying dengan memanfaatkan Smart Box sebagai media edukasi interaktif di Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Program Khusus (MPK) Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula sekolah pada Jumat (7/2) dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat mahasiswa KKN-DIK UMS yang berfokus pada penguatan pendidikan karakter anak sejak usia dini. Sosialisasi ini menyasar siswa SD MPK Pracimantoro yang dinilai perlu memperoleh pemahaman lebih mendalam terkait bahaya dan dampak bullying di lingkungan sekolah.

Mahasiswa KKN-DIK UMS menilai bahwa praktik bullying masih kerap terjadi dan sering dianggap sebagai candaan. Bentuk-bentuk perilaku tersebut antara lain memanggil teman dengan nama orang tua, menggunakan kata-kata kasar seperti nama hewan, hingga ejekan terhadap kondisi fisik siswa. Perilaku tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental, rasa aman, serta kepercayaan diri peserta didik.

Sebagai upaya pencegahan, mahasiswa KKN-DIK UMS mengusung pendekatan kreatif dan menyenangkan melalui pemanfaatan Smart Box. Media ini dirancang untuk membantu siswa mengenali berbagai bentuk bullying, baik verbal, fisik, maupun digital, sekaligus menanamkan nilai empati, kepedulian, dan sikap saling menghargai.

Dalam pelaksanaannya, siswa diajak berinteraksi langsung dengan Smart Box dengan membaca materi yang tersedia, kemudian mendiskusikan bersama fasilitator mengenai solusi yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Metode interaktif ini dinilai mampu melatih daya berpikir kritis serta menumbuhkan keberanian siswa untuk bersikap peduli terhadap lingkungan sekitar.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-DIK UMS, Dr. Gatot Jariono, turut mendampingi jalannya kegiatan dan memberikan dukungan terhadap program ini.

“Saya berharap sosialisasi anti bullying ini dapat menanamkan nilai empati, sikap saling menghargai, serta keberanian menolak bullying demi terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif,” ungkapnya, Sabtu (14/2).

Salah satu siswa peserta sosialisasi, Naya, mengaku kegiatan tersebut membantunya menghadapi kondisi lingkungan yang kurang sehat.

“Kegiatan ini membantu saya supaya tidak takut lagi. Kalau ada yang mengejek, saya tahu harus bagaimana dan tidak merasa sendirian,” ungkapnya.

Smart Box sendiri merupakan media pembelajaran interaktif yang berisi materi edukasi, refleksi, serta sesi berbagi pengalaman seputar bullying. Melalui media tersebut, siswa diajak memahami jenis-jenis bullying, dampak negatif yang ditimbulkan, serta langkah yang tepat untuk melaporkan dan mencegah tindakan tersebut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-DIK UMS berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun lingkungan pendidikan yang positif. Lingkungan sekolah yang sehat dinilai menjadi pondasi penting bagi kesehatan mental serta perkembangan karakter siswa di masa depan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!