30 C
Jakarta

Mahasiswa KKN UMS Edukasi Warga: Tangkal Hoaks, Hidupkan Jamu Tradisional

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan https://www.ums.ac.id/fakultas/keguruan-dan-ilmu-pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan literasi digital bertajuk “Hoaks Disaring, Jamu Diracik” bersama ibu-ibu PKK RT 01 Sintru Kilen, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.

 

Di tengah menyebar luasnya informasi hoaks dan terkikisnya budaya lokal, Rasyid Fajar Pastika selaku ketua regu KKN-Dik UMS berkeinginan untuk meningkatkan kesadaran pada masyarakat.

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyaring informasi hoaks yang banyak beredar di media sosial sekaligus mengenalkan kembali budaya meracik jamu tradisional sebagai upaya menjaga kesehatan keluarga,” ungkap Fajar, Selasa (7/4).

 

Fajar juga mengatakan bahwa penyiaran informasi di media sosial semakin pesat dan cepat, sehingga, terkadang tidak dapat dibedakan antara informasi yang fakta dan hoaks. Hal ini menjadi faktor utama digelarnya kegiatan ini.

 

“Maraknya penyebaran informasi hoax di media sosial, khususnya terkait kesehatan dan ramuan tradisional, menjadi salah satu alasan utama dilaksanakannya kegiatan ini,” kata dia.

 

Menurut Fajar, tidak sedikit masyarakat yang langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap sumber informasi tersebut. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman bahkan dapat membahayakan kesehatan apabila informasi yang disebarkan tidak benar.

 

Dalam sesi penyampaian materi, mahasiswa KKN-Dik UMS memberikan materi mengenai ciri-ciri informasi hoaks, cara mengenali sumber informasi yang terpercaya, serta langkah-langkah sederhana untuk melakukan pengecekan fakta sebelum memberikan informasi kepada orang lain.

 

Lebih lanjut, kegiatan ini dilanjutkan dengan praktik pembuatan jamu tradisional berbahan dasar jahe dan temulawak. Peserta diajak langsung mempraktikkan cara meracik jamu menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar rumah.

 

Ketua RT 01 Sintru Kilen, Anto, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UMS tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan sosialisasi seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi maraknya penyebaran informasi yang belum tentu kebenarannya.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN UMS yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Sosialisasi tentang hoaks sangat penting karena saat ini banyak informasi yang beredar di media sosial. Selain itu, praktik membuat jamu juga sangat bermanfaat karena bisa menjadi alternatif minuman sehat bagi keluarga,” ujar Pak Anto.

 

Mahasiswa KKN-Dik UMS berharap melalui kegiatan ini masyarakat dapat lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar di media sosial, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan. Selain itu, masyarakat juga kembali mengenal dan memanfaatkan jamu tradisional sebagai minuman sehat berbasis bahan alami yang mudah dibuat di rumah. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!