30 C
Jakarta

Mahasiswa KKNT UNIDA Bersama Warga Revitaliasi Waduk Selo Majid di Desa Krandegan, Ngawi

Baca Juga:

NGAWI, MENARA62.COM
Mahasiswi Universitas Darussalam Gontor yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik 38 (KKNT 38) mengawali akhir pekan mereka dengan sebuah langkah sederhana namun bermakna: membersihkan Waduk Selo Majid di Desa Krandegan, Ngawi pada Sabtu (14/2).
Sejak pagi, semangat gotong royong terasa kuat ketika para mahasiswi menyusuri tepi waduk, memunguti sampah yang tersangkut di semak-semak, sekaligus merapikan rumput liar yang selama ini dibiarkan tumbuh tak beraturan. Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar memenuhi kewajiban program, tetapi juga bentuk kepedulian nyata terhadap ruang hidup masyarakat.
Tim KKNT 38 yang diketuai oleh Lira Agustina bersama Arini Muzayyanah, Lailil Khilmiatul, Qonita Izzah, Resyika Azka, Inneke Putri, dan Farrah Nisriinaa memulai pembersihan tahap awal dengan membagi peran. Ada yang fokus mengumpulkan sampah plastik, ada pula yang membersihkan area tepian waduk yang dipenuhi ilalang. Di sela kegiatan, mereka berdiskusi ringan mengenai rencana penataan lingkungan. Dari obrolan sederhana itu, lahirlah gagasan dekorasi kreatif untuk memperindah kawasan waduk agar terasa lebih ramah bagi warga maupun pengunjung. Mereka membayangkan sudut-sudut teduh untuk beristirahat, papan informasi sederhana, serta sentuhan visual yang membuat waduk tampak lebih hidup.
Kepala Dusun Krandegan 1, Rohmad Abadi, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjawab kebutuhan nyata di lapangan. “Kegiatan dan ide ini sangat positif karena minat wisatawan terhadap Waduk Selo Majid masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah fasilitas dan sarana prasarana yang belum memadai,” ujarnya. Ia berharap program kerja yang dirancang peserta KKNT 38 dapat benar-benar terwujud dan berjalan berkelanjutan. Antusiasme warga pun terlihat saat mereka ikut turun tangan, membantu mengangkat sampah dan membersihkan area sekitar. Kehadiran mahasiswa menjadi pemantik semangat kebersamaan yang sempat redup.
Bagi warga, pembersihan ini bukan hanya soal membuat waduk terlihat rapi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menumbuhkan kembali rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar. Waduk yang sebelumnya terkesan terbengkalai perlahan tampak lebih terawat, memberi harapan baru bahwa ruang publik ini bisa kembali dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul dan beristirahat. Para mahasiswi pun menyadari bahwa perubahan tidak selalu harus besar. Langkah kecil yang dilakukan bersama-sama, dengan niat tulus dan konsisten, mampu menumbuhkan kesadaran kolektif.
Melalui kegiatan kerja bakti ini, KKNT 38 berupaya meninggalkan jejak yang bermakna: bukan hanya lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga tumbuhnya kepedulian bersama untuk menjaga alam sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!