YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Winda Nur Cahyo, ST, MT, PhD, Ketua Program Studi Program Magister Teknik Industri (Prodi MTI), Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) mendorong mahasiswa untuk menempuh S3 bagi dosen dan calon dosen. Sebab memiliki Gelar S3 akan mudah mahasiswa Prodi MTI diterima jadi dosen dan menguntungkan institusi tempat bekerjanya.
Winda Nur Cahyo mengemukakan hal tersebut pada pelepasan lulusan Prodi MTI FTI UII di Yogyakarta, Jumat (13/2/2026) malam. Prodi MTI FTI UII meluluskan lima orang pada Periode II Wisuda Doktor, Magister, Sarjana dan Diploma, Sabtu (14/2/2026). Mereka adalah Aang Gumelar Hardo, Abdurrahman, Ardhini Ramadhani Yusri, Arynando Supono, dan Debi Sutra.
Dua di antara lulusannya, Abdurrahman dan Debi Sutra sudah berprofesi sebagai dosen dan calon dosen. “Memiliki gelar S3, akan lebih mudah diterima sebagai dosen. Sebab dosen yang memiliki gelar S3 juga akan mengangkat nilai akreditasi institusi di mana mereka bekerja,” kata Winda.
Saat ini, kata Winda, UII telah memiliki Program Doktor (S3) Rekayasa Industri. Prodi ini berfokus pada pengembangan sistem integral berbasis data, teknologi informasi, kecerdasan buatan, dan nilai keislaman. “Untuk beaya pendidikan bisa diperoleh dari mendapatkan program beasiswa,” kata Winda.
Sedang Aang Gumelar Hardo sistem kuliah Blanded yang diterapkan Prodi MTI UII menguntungkan bagi mahasiswa. Sebab sistem Blanded yang hanya kuliah ke kampus atau luar jaringan (Luring) dua bulan sekali bisa mengajak isteri dan anak kuliah dan piknik di Yogyakarta dan sekitarnya.
“Saya setiap kali kuliah Luring membawa keluarga, isteri dan anak ke Kampus UII Yogyakarta. Mungkin kalau saya tidak kuliah di Yogyakarta, tidak bisa membawa keluarga piknik sambil kuliah, dan tidak sesemangat kali ini,” kata Aang.
Aang menceritakan beaya kuliah di Prodi MTI UII Yogyakata relatif terjangkau. Bahkan beaya kuliah lebih murah dibandingkan bila dirinya membawa keluarga kuliah dan piknik di Prodi MTI UII beayanya lebih mahal. Namun hal ini justru membuat keluarga bahagia serta menambahnya lebih bersemangat belajar.
Aang yang bekerja di PT NOK Indonesia juga bercerita sebelum menjatuhkan pilihan kuliah di Prodi MTI FTI UII. Awalnya, ia tertarik karena ada teman satu kantornya yang kuliah di Prodi MTI FTI UII.
Namun sebelum memutuskan, Aang membuat perbandingan dengan perguruan tinggi lain. Salah satunya dengan Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Di UI kuliah mulai pukul 17:00, sedangkan Aang pulang kerja pada waktu yang sama. Sehingga tidak memungkinkan perjalanan dari kantornya ke Kampus UI.
“Pukul 17:00, kita baru selesai kerja, terus menuju ke kampus mungkin tidak mengejar waktunya, pusing dengan kemacetan. Akhirnya, memutuskan memilih Prodi MTI UII,” kata Aang.

Abdurrahman dan Debi Sutra juga mengungkapkan ada keragu-raguan saat akan masuk Prodi MTI UII. Namun berkat bantuan dari Jerry Irgo, Laison Officer dan Marketing FTI UII, keduanya merasa mantap memilih MTI UII.
“Saat awal mau masuk S2 MTI, saya melakukan Chat dengan Om Jerry (Jerry Irgo, red). Saya mendapatkan banyak informasi yang bisa memantapkan diri untuk masuk MTI,” kata Abdurrahman.
Debi Sutra mengatakan sebelumnya akan melanjutkan S2 di perguruan tinggi di Padang, Sumatera Barat. Tampaknya untuk mengumpulkan persyaratan, Debi merasa tidak terkejar. Namun berkat bantuan dari Jerry Irgo, persyaratan dapat terpenuhi dan diterima sebagai mahasiswa Prodi MTI UII.
“Om Jerry, sangat komunikatif. Bahasa yang digunakan dalam Chat memberi kesean jika orangnya masih muda,” kata Debi Sutra yang berasal dari Koto Baru, Sumatera Barat.
Sementara Fitriyani, istri Aang Gumelar Hardo mengatakan website UII sangat membantu calon mahasiswa, khususnya S2, yang akan melanjutkan kuliah. “Dibandingkan dengan perguruan tinggi lain, website UII itu informatif sekali. Home pagenya mudah, informasi yang kita inginkan juga mudah. Bahkan rincian beaya kuliah ada di satu tempat. Tidak perlu nanya ke mana-mana, cukup melalui website,” kata Fitriyani. (*)

