SOLO, MENARA62.COM – Inovasi berbasis teknologi kembali lahir dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta https://www.ums.ac.id/ (UMS). Melalui gagasan Edu Solar & IoT Hub, mahasiswa menghadirkan solusi pendidikan berkelanjutan yang menyasar wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Penggagas inovasi dari Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika https://pti.ums.ac.id/ 2023, Yuanda Eka Saputra, memaparkan bahwa Edu Solar & IoT Hub dirancang sebagai ekosistem pembelajaran mandiri yang memanfaatkan energi panel surya dan teknologi Internet of Things (IoT). Inovasi ini memungkinkan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun terbatas akses listrik dan infrastruktur digital.
“Konsepnya mengintegrasikan sumber energi terbarukan dengan sistem digital yang adaptif. Dengan dukungan IoT, proses pembelajaran dapat terhubung secara daring maupun luring, sehingga membuka akses pendidikan yang lebih merata di berbagai wilayah Indonesia,” kata Yuanda, saat ditemui pada Selasa, (7/4).
Selain itu, imbuhnya, platform ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur pembelajaran berbasis website yang mendukung interaksi antara siswa dan pengajar. Hal ini menjadikan Edu Solar & IoT Hub tidak hanya sebagai solusi energi, tetapi juga sebagai inovasi pendidikan terpadu.
Ia juga menjelaskan bahwa idenya lahir dari keresahan terhadap ketimpangan akses pendidikan di daerah terpencil dan menilai pemanfaatan teknologi harus mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Dalam proses pengembangannya, timnya menyusun lima karya inovasi yang masing-masing memiliki konsep dan produk berbeda. Setiap karya dilengkapi dengan pengembangan website serta fitur pendukung yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
“Namun, proses tersebut tidak lepas dari tantangan. Keterbatasan waktu dan pembagian tenaga menjadi kendala utama, mengingat setiap anggota tim bertanggung jawab atas satu inovasi yang dikembangkan secara paralel,” ungkapnya.
Meski demikian, tantangan tersebut justru memperkuat kolaborasi lintas disiplin dalam tim. Anggota yang berasal dari berbagai program studi mampu saling melengkapi perspektif, mulai dari teknologi, kesehatan, hingga sosial ekonomi.
Tim UMS terdiri atas mahasiswa lintas fakultas, yaitu Yuanda Eka Saputra (Pendidikan Teknik Informatika 2023), Nadhifa Najwa (Pendidikan Biologi https://pend-biologi.ums.ac.id/ 2022), Taufiq Imansyah (Psikologi https://psikologi.ums.ac.id/ 2023), Asterika Indah Nuraini (Ilmu Gizi https://gizi.ums.ac.id/ 2023), dan Jihan Nabila Ramadhani (Fisioterapi https://fisioterapi.ums.ac.id/ 2022).
“Kami sangat mengapresiasi dan merasa bangga atas penghargaan serta inovasi yang telah dilombakan. Capaian ini membuktikan bahwa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika UMS unggul dan kreatif dalam berinovasi maupun akademik,” tutur Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Sukirman S.T., M.T., Ph.D. https://www.ums.ac.id/profile/sukirman
Atas inovasi yang dikembangkan, tim tersebut berhasil meraih lima medali yang terdiri dari Gold Medal, Silver Medal, dan Bronze Medal dari berbagai kategori, yakni teknologi, pangan, kesehatan, lingkungan, serta hukum, sosial, dan ekonomi.
Prestasi tersebut diraih dalam ajang Lomba Essay Tingkat Nasional 7 (LETIN 7) dan Forum Indonesia Muda 2 (FIM 2) yang diselenggarakan oleh Capai Cita pada 14–15 Februari 2026 di Universitas Janabadra, Yogyakarta. (*)

