SOLO, MENARA62.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di kancah internasional. Bayu Fedra atau yang akrab disapa Fedra, mahasiswa Teknik Informatika Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) UMS, berhasil menjadi pembicara (speaker) dalam ajang konferensi keamanan siber bergengsi dunia, Black Hat Middle East and Africa (MEA) yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, pada 2–4 Desember 2025 dilanjutkan dengan Black Hat Europe di London, Inggris, December 8-11, 2025.
Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Fedra merupakan bagian dari upaya rekognisi internasional yang terus diperkuat UMS.
“Beberapa hal terkait kegiatan rekognisi, terutama eksposur internasional, tidak hanya kita dorong melalui kompetisi, tetapi juga melalui seminar internasional, simposium, hingga workshop,” ujar Ihwan, Selasa (13/1).
Ia menambahkan bahwa UMS merasa bangga karena salah satu mahasiswanya dipercaya menjadi pembicara dalam forum cyber security internasional yang digelar di Inggris dan Arab Saudi.
“Kita bangga salah satu mahasiswa kita dipanggil untuk berbicara mengenai cyber security yang diselenggarakan di UK dan Arab Saudi. Ini negara-negara yang perkembangan industri cyber-nya cukup pesat. Dan ini ajang internasional yang diikuti oleh berbagai negara,” tegasnya.
Ihwan menegaskan bahwa UMS terus memberikan apresiasi bagi mahasiswa yang memiliki talenta unggul, khususnya di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
“Kami sangat mengapresiasi mahasiswa yang memiliki talenta terbaik, terutama di bidang teknologi. Harapannya ke depan semakin banyak mahasiswa yang terinspirasi dan bisa mengikuti jejak mereka yang sudah berprestasi di tingkat internasional,” imbuhnya.
Black Hat MEA sendiri merupakan salah satu konferensi cyber security terbesar dan paling prestisius di dunia, setara “piala dunia” di bidang keamanan siber. Event ini rutin digelar di berbagai kawasan global seperti Amerika Serikat, Eropa, Asia, hingga Timur Tengah dan Afrika.
Fedra menjelaskan bahwa Black Hat memiliki reputasi sangat tinggi dan menjadi ajang berkumpulnya para profesional, peneliti, hingga perusahaan teknologi dunia.
“Black Hat ini event nomor satu di dunia cyber security. Reputasinya sangat besar dan tidak mudah untuk bisa lolos sebagai pembicara,” ungkapnya.
Tahun ini, Fedra mengajukan proposal presentasi ke dua event sekaligus, yakni Black Hat MEA dan Black Hat Europe. Keduanya dinyatakan lolos. Setelah menyelesaikan presentasi di Riyadh, ia dijadwalkan melanjutkan presentasi berikutnya di London pada pekan selanjutnya.
Menariknya, dalam Black Hat MEA, Fedra menjadi satu-satunya pembicara dari Indonesia. Peserta lain dari Tanah Air hadir dalam kategori kompetisi Capture The Flag (CTF), bukan sebagai speaker.
“Kalau untuk speaker di Black Hat MEA, dari Indonesia hanya saya sendiri,” tegasnya.
Konferensi tersebut digelar di venue bekas pangkalan militer di Riyadh dengan skala yang sangat besar. Selama tiga hari pelaksanaan, puluhan ribu pengunjung dari berbagai negara hadir. Sejumlah perusahaan teknologi kelas dunia seperti Google Cloud, AWS, hingga Starlink turut meramaikan acara dengan membuka booth dan memamerkan inovasi terbaru mereka.
Dalam forum tersebut, Fedra mempresentasikan proyek risetnya di bidang keamanan siber yang berfokus pada assessment keamanan IP address untuk menilai potensi risiko dan tingkat keamanannya.
“Proyek yang saya presentasikan ini relatif baru dan belum pernah dibuat sebelumnya,” jelasnya.
Dekan FKI UMS, Dr. Endah Sudarmilah, S.T., M.Eng., turut mengapresiasi capaian mahasiswanya. “Turut bangga atas prestasi mahasiswa yang menjadi pembicara di acara bergengsi di bidang cybersecurity. Semoga ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya,” ungkap Endah.
Fedra berharap keikutsertaannya membawa dampak positif bagi UMS.
“Yang pertama tentu membantu branding dan promosi nama UMS di level internasional. Yang kedua, saya berharap ini bisa memotivasi mahasiswa UMS bahwa kuliah di UMS pun bisa membawa kita sampai ke level global,” ujarnya.
Ia juga berharap prestasi ini dapat menumbuhkan kepercayaan diri mahasiswa Indonesia untuk berani bersaing di ajang internasional. “Semoga semakin banyak anak-anak Indonesia yang termotivasi untuk berkompetisi di event global, baik konferensi maupun kompetisi profesional,” pungkasnya. (*)

