30 C
Jakarta

Mahasiswa UMS Terapkan Fonetik di Thailand

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan kiprah globalnya di bidang pendidikan. Melalui pembelajaran fonetik bahasa Inggris yang interaktif, Nuha yang merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, hadir langsung di ruang kelas Santi Witya Serong School, Pattani, Thailand, untuk meningkatkan kemampuan pelafalan dan kepercayaan diri siswa dalam berbahasa Inggris.

Santi Witya Serong School merupakan salah satu sekolah swasta di Pattani, Thailand, yang menjadi lokasi penempatan mahasiswa UMS dalam program pembelajaran lintas negara tersebut. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian dan praktik pembelajaran mahasiswa UMS di lingkungan pendidikan internasional, yang berlangsung selama kurang lebih dua pekan, mulai 26 Januari hingga 6 Februari 2026.

“Saya mengajar siswa di berbagai tingkatan kelas dengan fokus pada pengenalan fonetik bahasa Inggris sebagai upaya meningkatkan kemampuan pelafalan dan pengucapan kosakata secara tepat,” ungkap Nuha saat diwawancarai pada Selasa, (3/2).

Mahasiswa PBI FKIP UMS tersebut dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Miftakhul Huda, S.Pd., M.Pd., yang memberikan pendampingan akademik selama kegiatan pembelajaran berlangsung di sekolah mitra.

Nuha menjelaskan, pembelajaran fonetik dilakukan melalui metode yang sederhana dan komunikatif, dimulai dengan penjelasan singkat mengenai dasar-dasar fonetik bahasa Inggris, dilanjutkan dengan pemberian contoh pelafalan bunyi oleh mahasiswa.

Setelah itu, lanjutnya, siswa diajak mempraktikkan pengucapan secara langsung dengan menirukan bunyi-bunyi fonetik yang dicontohkan, sehingga proses pembelajaran berlangsung secara interaktif dan partisipatif.

Menurut Nuha, selama kegiatan siswa terlihat aktif dan antusias mengikuti latihan pengucapan, terutama dalam membedakan bunyi-bunyi dasar bahasa Inggris yang sebelumnya dirasakan sulit.

“Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap pengucapan kosakata bahasa Inggris yang benar, serta tumbuhnya keberanian siswa untuk mempraktikkan pengucapan kata secara langsung di depan kelas,” ujarnya.

Selain meningkatkan kemampuan pelafalan, ia memandang kegiatan ini juga berdampak pada meningkatnya kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris, baik dalam kegiatan membaca maupun berbicara di kelas.

Bagi Nuha, pengalaman mengajar di sekolah swasta luar negeri ini menjadi sarana penerapan ilmu fonetik dan pedagogi bahasa Inggris secara langsung, sekaligus melatih kemampuan mengelola kelas multikultural.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pembelajaran fonetik dapat memberikan kontribusi berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di Santi Witya Serong School, serta memperkuat peran mahasiswa UMS dalam pengabdian masyarakat di bidang pendidikan internasional. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!