WONOGIRI, MENARA62.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN Dik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan metode pembelajaran inovatif berbasis fun learning di MTs Muhammadiyah 5 Tukulrejo, Wonogiri.
Program ini dirancang untuk mengatasi kendala yang umum dialami siswa, seperti rendahnya penguasaan kosakata (vocabulary), kesalahan pelafalan, serta penulisan Bahasa Inggris. Inisiatif tersebut dipelopori oleh mahasiswa KKN Dik FKIP UMS, Bilqis Malikatus Sholihah.
“Kegiatan ini mengusung tema Alphabet dan Vocabulary: Peningkatan Kemampuan Berbahasa Inggris melalui Fun Learning yang dikemas dalam tiga sesi utama,” ujarnya, Selasa (31/3).
Pada sesi pertama, mahasiswa mengajak siswa belajar alfabet melalui metode bernyanyi bersama guna menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif. Sesi kedua difokuskan pada pengenalan kosakata, di mana siswa diminta menuliskan kata-kata yang telah mereka ketahui untuk mengukur kemampuan dasar.
Sementara itu, sesi ketiga menjadi puncak kegiatan melalui permainan kelompok. Siswa ditantang untuk mencari, menghafal, dan menuliskan kosakata berdasarkan huruf tertentu tanpa boleh sama dengan kelompok lain. Metode ini terbukti mampu meningkatkan partisipasi sekaligus daya ingat siswa.
Bilqis berharap pendekatan fun learning ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap Bahasa Inggris.
“Pembelajaran yang menyenangkan membuat siswa merasa Bahasa Inggris tidak sesulit yang dibayangkan, sehingga mereka lebih termotivasi untuk meningkatkan kemampuan,” katanya.
Respons positif juga datang dari siswa. Aisyah, salah satu siswi MTs Muhammadiyah 5 Tukulrejo, mengaku lebih bersemangat mengikuti pembelajaran karena dikemas secara menarik dan melibatkan permainan.
“Belajarnya jadi lebih seru, tidak membosankan, dan membuat saya lebih semangat belajar Bahasa Inggris,” ungkapnya.
Pihak sekolah turut mengapresiasi program yang dilaksanakan mahasiswa KKN tersebut. Perwakilan sekolah, Subiyanto, S.Pd., menilai pendekatan belajar sambil bermain mampu mendorong keberanian siswa dalam mencoba kosakata baru.
“Kegiatan ini sangat membantu karena siswa lebih mudah memahami dan berani menggunakan Bahasa Inggris,” ujarnya.
Program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris secara berkelanjutan di sekolah tersebut. (*)
