SOLO, MENARA62.COM – Gagasan inovatif tentang pemanfaatan teknologi blockchain untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi di Indonesia kembali mencuri perhatian. Konsep ini dinilai mampu menghadirkan sistem pendidikan yang lebih transparan, inklusif, dan akuntabel, sehingga kesempatan melanjutkan studi ke perguruan tinggi semakin terbuka bagi masyarakat luas.
Gagasan tersebut disusun oleh mahasiswi Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Binugraheni Indah Budiyati. Ia memandang pendidikan sebagai kunci utama peningkatan kualitas hidup masyarakat dan penguatan daya saing bangsa.
“Blockchain bukan sekadar teknologi finansial, tetapi juga dapat diterapkan untuk mendukung kebijakan pendidikan,” kata Binugraheni saat ditemui pada Rabu, (7/1).
Teknologi itu, lanjut Binugraheni, memungkinkan terciptanya sistem pencatatan data akademik dan pembiayaan pendidikan yang lebih transparan, aman, dan dapat diverifikasi secara terbuka. Menurutnya, pendekatan tersebut diyakini mampu menekan berbagai hambatan, mulai dari ketidakmerataan informasi, keterbatasan administrasi, hingga isu kepercayaan terhadap pengelolaan bantuan pendidikan.
“Saya berharap sistem berbasis blockchain ini dapat membantu pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang lebih efisien,” ujarnya.
Binugraheni juga mengaitkan gagasan ini dengan visi Indonesia Emas 2045. Akses pendidikan yang lebih luas, kata dia, akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ide inovatif tersebut kemudian ia tuangkan dalam esai yang diikutsertakan pada Airlangga Pioneer National Essay Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga. Ajang ini merupakan kompetisi esai tingkat nasional yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan fokus pada isu pendidikan dan kebijakan. Pengumuman juara telah terlaksana pada 20 Desember 2025.
Dari proses seleksi yang ketat, esai karya Binugraheni berhasil keluar sebagai Juara 1. Capaian ini sekaligus menempatkan nama UMS sebagai salah satu kampus yang konsisten melahirkan mahasiswa berprestasi dengan gagasan-gagasan strategis untuk pembangunan bangsa.
Binugraheni mengaku bersyukur atas hasil tersebut. Ia menyebut pengakuan nasional ini menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus mengasah kemampuan berpikir kritis dan menulis.
“Saya sangat senang dan semakin percaya diri untuk terus berkontribusi melalui gagasan,” ujarnya.
Selama proses penyusunan, ia melakukan riset mendalam mengenai blockchain dan dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Diskusi bersama dosen dan rekan-rekannya di UMS turut membantu mempertajam sudut pandang serta penyusunan argumen yang sistematis.
Sebagai mahasiswa Ekonomi Pembangunan, ia menilai pendidikan merupakan bagian penting dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, keterkaitan antara kebijakan, ekonomi, dan pendidikan tidak dapat dipisahkan dalam perumusan solusi.
Ke depan, Binugraheni berharap gagasan terkait penerapan teknologi blockchain di sektor pendidikan dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara bertahap.
“Saya ingin terus menulis dan berkontribusi dalam isu pendidikan serta kebijakan publik. Semoga gagasan ini bisa menjadi bagian dari transformasi pendidikan Indonesia,” pungkasnya. (*)
