29.4 C
Jakarta

Malam Sebelum Perubahan

Sehari Menjelang Deklarasi Partai Gema Bangsa

Baca Juga:

Malam ini, langit terasa sedikit berbeda. Ada kesunyian yang tidak biasa, jenis kesunyian yang selalu datang tepat sebelum sebuah gelombang besar menyapu pantai. Di rumah-rumah, di balik jendela yang masih berpijar, ada jutaan orang yang mungkin sedang melakukan hal yang sama dengan Anda: merenung, menimbang, dan memantapkan hati.

Esok bukan sekadar tanggal merah di kalender perjuangan kita. Esok, 17 Januari 2026, adalah titik balik.

Selama ini, kita telah terbiasa menjadi penonton dalam drama politik yang panggungnya begitu jauh dari jangkauan tangan kita. Kita menonton nasib kita diputuskan oleh orang lain. Kita menonton alam kita dipertaruhkan. Kita menonton kemandirian kita perlahan-lahan dikikis oleh sistem yang memanjakan ketergantungan. Kita telah menjadi tamu di rumah sendiri.

Namun, malam ini adalah malam terakhir bagi kepasrahan itu.

Besok, saat matahari terbit dan Partai Gema Bangsa dideklarasikan, kita tidak hanya meluncurkan sebuah nama atau sebuah logo. Kita sedang meluncurkan sebuah kesepakatan baru antara rakyat dan kekuasaan. Sebuah janji bahwa mulai saat ini:

  • Keputusan harus pulang ke tangan mereka yang terdampak.

  • Kemandirian harus tumbuh dari akar rumput, bukan dari instruksi pusat.

  • Alam harus dijaga seolah ia adalah jantung kita sendiri.

  • Dan perempuan harus berdiri di baris terdepan sebagai kompas moral bangsa.

Mungkin ada rasa ragu yang sesekali muncul: “Sanggupkah kita melawan raksasa?” Ingatlah, raksasa sekalipun akan tumbang jika tanah tempat ia berdiri mulai bergerak. Dan kitalah tanah itu. Kita adalah komunitas-komunitas kecil, tetangga-tetangga yang bersatu, dan keluarga-keluarga yang sadar akan martabatnya.

Malam ini, tidurlah dengan senyum tipis di bibir. Simpan energi Anda. Besok, kita tidak akan lagi bicara tentang “apa yang mereka lakukan pada kita”, tapi kita akan bicara tentang “apa yang akan kita lakukan untuk bangsa ini”.

Gema itu sudah mencapai puncaknya. Besok, suara kita akan menjadi satu. Besok, kita bukan lagi rakyat yang menunggu—kita adalah rakyat yang memimpin perubahan.

Sampai jumpa esok pagi, di garis depan sejarah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!