30 C
Jakarta

MDMC Bersama Lazismu Dorong Penguatan Resiliensi Bencana Berbasis Masjid

Baca Juga:

TANGERANG, MENARA62.COM
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Lazismu terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana melalui program ketangguhan komunitas berbasis masjid. Program ini dirancang sebagai bagian dari pendampingan Komunitas Tangguh Bencana yang akan dilaksanakan selama enam bulan, mulai Mei hingga Oktober 2026 dan dilaksanakan di tiga wilayah, yaitu Sumatera Utara, Maluku Utara, dan Kalimantan Barat.

Program ini digagas sebagai respons terhadap tingginya dampak bencana terhadap fasilitas ibadah. Berdasarkan data dashboard Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 813 tempat ibadah mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan tanah longsor. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas masyarakat berbasis masjid dalam menghadapi ancaman bencana. Selain itu, program Masjid Tangguh Bencana (MASTANA), masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat mitigasi, evakuasi, dan edukasi kebencanaan bagi masyarakat sekitar.

Pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi antara MDMC dan Lazismu bersama LRB-MDMC PWM dan PDM setempat, serta didukung oleh LPCRA dan Majelis Tabligh Muhammadiyah. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan dapat memperkuat ketangguhan masyarakat berbasis masjid dalam menghadapi risiko bencana di Tangerang pada 25 Februari 2026.

Fokus utama program adalah peningkatan kapasitas komunitas masjid dalam mengenali risiko bencana, melakukan upaya mitigasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan. Kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi pelatihan peningkatan kapasitas serta pembentukan komunitas tangguh bencana berbasis masjid.

Program ini dilaksanakan dengan pendekatan One Muhammadiyah One Response (OMOR) yang menekankan kolaborasi antar lembaga Muhammadiyah, termasuk MDMC, Lazismu, serta dukungan majelis, lembaga, dan Amal Usaha Muhammadiyah agar pelaksanaan program dapat berjalan secara terintegrasi dan terukur.

Menurut Budi Santoso, S.Psi., M.K.M., melalui pendampingan ini komunitas masjid diharapkan mampu secara mandiri merespons potensi bencana di wilayahnya dengan baik.

Program ketangguhan berbasis masjid ini merupakan bagian dari komitmen MDMC dan Lazismu dalam memperkuat resiliensi masyarakat di seluruh fase penanggulangan bencana, tidak hanya pada tahap tanggap darurat tetapi juga pada upaya pengurangan risiko dan kesiapsiagaan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!