SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Kuliah Umum bertajuk “Persiapan Menghadapi Dunia Digital di Era Digital” di Ruang Seminar Gedung Serbaguna Ahmad Syafii Maarif Lt.8 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS.
Acara ini berlangsung pada Jumat (30/1) yang menghadirkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., sebagai narasumber utama. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa UMS tingkat akhir.
Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya membuka acara dengan mengapresiasi kehadiran dan dukungan dari Kemnaker terhadap pengembangan sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.
“Tujuannya adalah memberikan motivasi dan wawasan kepada generasi muda, khususnya Generasi Z, agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.
Ia menyampaikan antusias luar biasa dari peserta yang mencapai lebih dari 600 peserta hadir langsung dalam mengikuti kuliah umum tersebut.
Memasuki sesi inti, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D, membuka materi dengan menjelaskan pentingnya penguasaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan penguatan mindset mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.
“Kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan AI terus meningkat, seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat,” ujarnya.
Menurut Yassierli, permintaan terhadap pekerja dengan kemampuan AI meningkat hingga lebih dari dua kali lipat. Bahkan, sekitar 69 persen pimpinan perusahaan di Indonesia menyatakan tidak akan merekrut tenaga kerja tanpa keterampilan AI.
“AI kini menjadi skill penting untuk future workforce. Permintaannya terus meningkat, dan perusahaan mulai selektif terhadap calon pekerja yang tidak memiliki kompetensi ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna dasar teknologi. Mereka perlu berkembang menjadi praktisi hingga pengembang yang mampu memanfaatkan AI untuk menyelesaikan permasalahan di dunia kerja.
Selain keterampilan digital, Yassierli juga menekankan pentingnya penguasaan human skill. Ia menyebutkan berdasarkan data global, delapan dari sebelas keterampilan penting pada 2025 hingga 2030 berkaitan dengan kemampuan berpikir dan karakter.
“Kognitif thinking, analytical thinking, system thinking, resilience, flexibility, dan agility menjadi kunci. Digital skill dan human skill harus berjalan seimbang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Menaker Yassierli mengajak mahasiswa untuk membangun growth mindset, future mindset, dan innovation mindset. Ketiga pola pikir ini dinilai penting agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Kita harus memiliki growth mindset, future mindset, dan innovation mindset agar siap menghadapi perubahan industri dan bekerja di mana pun,” pungkasnya.
Diakhir kegiatan peserta diberi kesempatan untuk bertanya terkait materi yang sudah dijelaskan. Peserta sangat antusias dan interaktif dalam mengikuti kuliah umum sehingga mereka mendapatkan pemahaman yang lebih dari apa yang telah disampaikan. (*)
