29.6 C
Jakarta

Menanam Masa Depan

Baca Juga:

Ada sebuah pepatah kuno yang mengatakan: “Kita tidak mewarisi bumi dari nenek moyang kita, kita meminjamnya dari anak cucu kita.” Namun, mari kita lihat sekeliling. Selama beberapa dekade terakhir, kita bertindak seolah-olah kita adalah pemilik tunggal yang boleh menghabiskan segalanya hari ini. Kita mengeruk isi bumi secepat mungkin, membabat hutan demi mengejar target ekspor bulanan, dan mencemari sungai demi keuntungan kuartalan. Kita sedang berpesta pora di atas biaya yang harus dibayar oleh anak-anak kita nanti.

Setiap kebijakan yang kita ambil hari ini adalah bibit. Masalahnya, bibit apa yang sedang kita tanam?

Apakah kita sedang menanam bibit beton yang akan membuat kota-kota kita semakin panas dan tenggelam? Ataukah kita sedang menanam bibit kedaulatan yang akan memastikan anak-anak kita nanti masih bisa meminum air langsung dari mata airnya, dan menghirup udara yang tidak membuat paru-paru mereka sakit?

Bagi Partai Gema Bangsa, lingkungan hidup bukanlah sekadar “isu sampingan” atau bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Lingkungan hidup adalah fondasi ekonomi yang sejati. Tidak ada pasar yang bisa berjalan di atas planet yang hancur. Tidak ada kesejahteraan yang bisa bertahan jika alam di sekitar kita sudah mogok memberikan jasanya.

Inilah mengapa kami berkomitmen secara radikal untuk menghentikan pembangunan yang menghancurkan ekosistem. Kami tidak ingin pertumbuhan ekonomi yang hanya tampak indah di atas kertas laporan, namun meninggalkan lubang-lubang raksasa di tanah rakyat dan racun di aliran sungai.

Menanam masa depan berarti berani mengambil keputusan yang sulit hari ini. Itu berarti berani beralih ke energi bersih yang dikelola secara mandiri oleh komunitas. Itu berarti melindungi hutan adat dari ekspansi korporasi yang tak terkendali. Itu berarti membangun kota dan desa yang selaras dengan alam, bukan yang mencoba menaklukkannya.

Kita ingin anak cucu kita nanti tidak hanya mengenal harimau, hutan rimba, atau laut yang jernih dari buku sejarah atau video dokumenter. Kita ingin mereka merasakannya di bawah kaki mereka dan di dalam napas mereka.

Setiap langkah kecil yang kita ambil dalam gerakan hijau ini—mulai dari membatasi plastik di lingkungan tetangga, hingga memperjuangkan undang-undang perlindungan iklim—adalah investasi nyawa. Kita sedang memastikan bahwa ketika tongkat estafet bangsa ini kita berikan kepada mereka, kita memberikannya dalam keadaan utuh, hijau, dan penuh harapan.

Hari ini, mari kita bertanya pada diri sendiri: Warisan apa yang ingin kita tinggalkan selain tumpukan utang dan alam yang rusak? Gema Bangsa memilih untuk menanam masa depan yang bisa dihirup, diminum, dan dinikmati oleh semua.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!