28.4 C
Jakarta

Mendag Budi Apresiasi SPPG Muhammadiyah Sukoharjo

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sukoharjo menggelar Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) di SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Sabtu–Ahad (3–4 Januari 2026). Forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat arah gerakan Muhammadiyah dalam memajukan dan menyejahterakan masyarakat Sukoharjo.

 

Rakerpim dibuka oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Kyai Tafsir. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah dituntut terus menghadirkan solusi nyata atas persoalan umat, salah satunya melalui penguatan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

 

Dengan mengusung tema “Memajukan dan Mensejahterakan Sukoharjo Melalui Ketahanan Pangan”, Rakerpim ini menempatkan sektor pangan sebagai pintu masuk pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat.

 

Kegiatan ini menghadirkan Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, sebagai narasumber melalui sambungan Zoom. Dalam pemaparannya yang bertajuk “Peran Muhammadiyah Bidang Perdagangan dalam Menyukseskan Pembangunan Bangsa”, Menteri Budi menilai Muhammadiyah memiliki jejaring kuat yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat.

 

Menteri Perdagangan mengapresiasi langkah PDM Sukoharjo yang telah mengelola delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan contoh konkret kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

 

“Pengelolaan SPPG ini merupakan kontribusi konkret Muhammadiyah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus ekonomi masyarakat,” ujar Menteri Budi.

 

Delapan SPPG tersebut tersebar di berbagai unit Muhammadiyah, yakni SPPG PDA 1, SPPG PDA 2, SPPG PDM Nguter, SPPG LKSA Grogol, SPPG PCM Baki, SPPG Imam Syuhodo, SPPG UMS Pabelan, serta SPPG RS PKU Muhammadiyah.

 

Keberadaan SPPG tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan gizi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan. SPPG dinilai dapat menjadi wadah penyerapan hasil pertanian lokal, sehingga produk petani memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan.

 

Sebagai putra daerah Sukoharjo yang berasal dari Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo, Menteri Budi Santoso juga mendorong agar UMKM binaan Muhammadiyah Sukoharjo terus dikembangkan. Ia berharap UMKM tersebut tidak hanya mampu mengisi pasar domestik, tetapi juga berani bersaing di pasar ekspor.

 

Melalui Rakerpim ini, PDM Sukoharjo diharapkan mampu merumuskan kebijakan dan program kerja yang berdampak langsung bagi penguatan ekonomi umat serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!