25.8 C
Jakarta

Mendikdasmen Pastikan Sekolah Terdampak Bencana Tetap Belajar

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan proses pembelajaran di sekolah-sekolah terdampak bencana tetap berjalan guna menjamin hak pendidikan peserta didik. Pemerintah menerapkan kurikulum adaptif serta fleksibilitas asesmen agar pembelajaran tetap relevan dengan kondisi darurat pascabencana .

Kemendikdasmen memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran sesuai kondisi di lapangan. Meski demikian, sekolah tetap mengacu pada kurikulum nasional yang berlaku dengan penyesuaian mandiri.

“Hak belajar peserta didik harus tetap terpenuhi meskipun pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Seluruh satuan pendidikan di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara siap melaksanakan pembelajaran semester genap pada 5 Januari 2026,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, Sabtu (3/1/2026) .

Untuk mendukung keberlangsungan pembelajaran, Kemendikdasmen telah menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari pembersihan lingkungan sekolah, pendirian tenda dan ruang kelas darurat, penyediaan perlengkapan sekolah, dana operasional, hingga layanan dukungan psikososial dan buku bacaan bagi peserta didik.

“Kami berharap langkah ini dapat memastikan proses pembelajaran tetap berjalan dan kebutuhan pendidikan anak-anak di daerah terdampak bencana tetap terpenuhi,” tambah Abdul Mu’ti .

Dari daerah, Kepala SMP Negeri 2 Peusangan, Kabupaten Bireuen, Andrian, menyambut baik perhatian dan langkah konkret Kemendikdasmen. Menurutnya, kebijakan tersebut menumbuhkan optimisme guru dan peserta didik untuk kembali menjalani proses belajar mengajar.

“Siap melakukan pembelajaran semester genap mulai 5 Januari 2026,” ujar Andrian dengan penuh semangat di hadapan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto .

Penyesuaian kurikulum di sekolah terdampak bencana difokuskan pada materi esensial, terutama dukungan psikososial, kesehatan dan keselamatan diri, mitigasi bencana, serta penguatan literasi dan numerasi. Metode pembelajaran juga dapat dilakukan secara adaptif, seperti tatap muka terbatas atau pembelajaran mandiri, dengan mempertimbangkan kesiapan sekolah dan kondisi peserta didik.

Sementara itu, asesmen pembelajaran dilakukan secara sederhana dan fleksibel. Penilaian lebih menitikberatkan pada aspek kehadiran, keamanan, dan kenyamanan peserta didik tanpa kewajiban menuntaskan seluruh capaian pembelajaran sebagai syarat kenaikan kelas atau kelulusan. Penentuan kriteria sepenuhnya diserahkan kepada satuan pendidikan masing-masing . (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!