Denpasar, Menara62.com. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali menegaskan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama dalam momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang beriringan dengan Hari Raya Nyepi umat Hindu.
Ketua PWM Bali, Ir. H. Husnul Fahmi, dalam keterangannya secara online menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Idul Fitri Muhammadiyah di Bali akan mengikuti keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yakni jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.
“Muhammadiyah Bali tetap berpedoman pada keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam penetapan 1 Syawal 1447 H, sehingga Shalat Idul Fitri dilaksanakan pada Jumat, 20 Maret 2026,” tegas Husnul Fahmi.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman, khususnya karena malam takbiran bertepatan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang dijalankan dalam suasana hening oleh umat Hindu di Bali yaitu pada tanggal 19 Maret 2026.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga Muhammadiyah di Bali untuk tidak melaksanakan takbiran di masjid maupun mushala, melainkan cukup dilaksanakan di rumah masing-masing sebagai bentuk penghormatan kepada saudara-saudara kita umat Hindu yang sedang menjalankan Catur Brata Penyepian,” lanjutnya.
PWM Bali menilai bahwa langkah ini merupakan bagian dari implementasi nilai Islam yang menjunjung tinggi toleransi dan menghormati perbedaan, sekaligus memperkuat persaudaraan lintas iman di Bali.
Adapun pelaksanaan Shalat Idul Fitri tetap dapat dilaksanakan di masjid maupun lapangan pada keesokan harinya, sesuai dengan kondisi dan kebijakan di masing-masing daerah, dengan tetap menjaga ketertiban dan kekhidmatan ibadah.
Melalui momentum ini, PWM Bali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat kebersamaan dan memperkuat semangat toleransi sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang damai dan harmonis.
“Inilah wujud nyata Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, di mana kita tidak hanya menjalankan ibadah secara ritual, tetapi juga menjaga nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Husnul Fahmi.
Mengawal Semangat Toleransi dalam Perbedaan pada Momentum Idul Fitri 1447 H.
- Advertisement -
