Hanya tinggal sedikit waktu lagi. Di kalender, tanggal 17 Januari 2026 sudah dilingkari dengan harapan. Namun, sebelum kita sampai di sana, mari kita berhenti sejenak dan melihat ke belakang—ke dalam diri kita sendiri.
Lima belas hari yang lalu, kita memulai perjalanan ini dengan sebuah pertanyaan sederhana: Untuk siapa negara ini bekerja? Sejak saat itu, kita telah menelusuri lorong-lorong kegelisahan yang selama ini kita simpan sendiri. Kita bicara tentang meja makan yang kekurangan, tentang alam yang perlahan mati, tentang suara perempuan yang terabaikan, dan tentang jarak yang sengaja diciptakan agar kita merasa tidak berdaya.
Sekarang, coba rasakan perbedaannya.
Dua minggu lalu, mungkin Anda merasa politik adalah sesuatu yang kotor, jauh, dan tidak ada hubungannya dengan hidup Anda. Namun hari ini, Anda mulai menyadari bahwa politik adalah tentang bagaimana anak Anda bisa bernapas lega, bagaimana tetangga Anda bisa saling menjaga, dan bagaimana martabat keluarga Anda bisa tegak berdiri tanpa harus memohon-mohon bantuan.
Menghitung detik menuju deklarasi bukan sekadar menghitung waktu peluncuran sebuah organisasi. Ini adalah hitung mundur menuju berakhirnya masa-masa diam kita.
Kita tidak sedang membangun sebuah partai politik biasa yang hanya sibuk mengurus kursi dan jabatan. Kita sedang membangun sebuah Gerakan Kebangsaan yang dimulai dari unit terkecil: kesadaran Anda. Gema Bangsa hanyalah sebuah wadah, namun isinya adalah keberanian Anda, kepedulian Anda, dan cinta Anda pada tanah air yang lebih besar dari sekadar jargon-jargon kampanye.
Mungkin Anda bertanya, “Apakah suara saya benar-benar akan membawa perubahan?” Lihatlah sekeliling. Anda tidak sendirian. Ada ribuan, bahkan jutaan orang yang saat ini sedang merasakan getaran yang sama. Gema itu sudah mulai terdengar di pasar-pasar, di pematang sawah, di grup-grup obrolan warga, dan di ruang-ruang keluarga. Kita sedang bersiap untuk membuktikan bahwa kekuasaan yang sejati tidak berada di tangan mereka yang memiliki modal besar, tapi di tangan mereka yang memiliki niat tulus untuk mengabdi.
Siapkan hati Anda. Besok adalah malam perenungan terakhir sebelum kita resmi menyatakan kepada dunia bahwa sebuah jalan baru telah dibuka. Sebuah jalan di mana desentralisasi bukan hanya teori, dan kemandirian bukan hanya mimpi.
Detik demi detik terus berjalan. Dan setiap detiknya membawa kita lebih dekat pada hari di mana kita akan berhenti mengeluh dan mulai menentukan nasib kita sendiri.
