26.3 C
Jakarta

Wartawan Harus Mampu Hadapi Perubahan

Baca Juga:

BANJARMASIN, MENARA62.COM – Di tengah pesatnya perkembangan zaman, serta kemajuan teknologi yang terus berlari maka wartawan pun dipaksa untuk meningkatkan kemampuan dan spesialisasinya dalam menghadapi perubahan-perubahan di tengah masyarakat.

Hal ini terungkap dalam seminar program wartawan spesialis dalam perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Best Western, Banjarmasin, Jumat (7/2/2020).

Ketua Dewan Pers M. Nuh mengatakan saat ini dam tahun tahun ke depan sangat diperlukan lahirnya wartawan spesialis di tengah-tengah masyarakat.

Wartawan spesialis adalah mereka yang mampu mendalami topik bidang tertentu dan tulisannya menjadi salah satu rujukan masyarakat.

“Misalkan yang paling sederhana. Sekarang zamannya Fintech. 10 tahun lalu enggak ada. Sampeyan pelatihan 10 tahun yang lalu, mau nulis apa? Kalau sekarang ada kasus fintech ilegal itu, paling sebatas ada fintech ilegal,” katanya.

M. Nuh menyebutkan cara pemilihan angle, menggali fakta dan menulis berita dari wartawan spesialis akan berbeda. Dia akan memilih angle cerdas, menulis tajam, namun tetap santun sehingga tulisannya mencerdaskan pembaca.

“(Contohnya) Hal yang perlu digali, kenapa virus Corona itu terjadi, penyebabnya apa dan bagaimana mencegahnya,” jelas mantan Mendikbud ini.

Ia melanjutkan, program wartawan spesialis akan mulai dirancang Dewan Pers dan disosialisasikan pada tahun 2020.

Seminar yang merupakan rangkaian peringatan PWI hari ini pun merupakan kick-off meeting tanda dimulainya proses penyusunan kurikulum dan pembelajarannya agar dapat segera melahirkan jurnalis dengan keahlian khusus.

Harapannya wartawan kelak dapat menyajikan berita yang tidak sekedar deskriptif, tapi juga memberi solusi dan berperan lebih luas mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ia menambahkan para wartawan sudah punya fondasi kewartawanan yang cukup. Namun, perkembangan zaman mengharuskan mereka untuk bisa menjadi spesialis di bidang tertentu, entah kesehatan, teknologi maupun finansial.

“Dan itu menjadi bagian dari proudness (kebanggaan). Jangan hanya sebatas cukup begini (kompetensi) saja, itu berarti anda tidak bisa masuk ke dalam wilayah yang membawa perubahan,” tutupnya.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!