31.3 C
Jakarta

Milad 16 HW UMS Cetak Kader Pemimpin Berdampak

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Pimpinan Hizbul Wathan Kafilah Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (HW UMS) menyelenggarakan peringatan Milad ke-16 Hizbul Wathan UMS di Ruang Meeting Besar Griya Mahasiswa UMS, Sabtu (17/1).

 

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan gerakan kepanduan sekaligus penguatan komitmen dalam mencetak kader pemimpin yang berkarakter Islami dan berdampak bagi masyarakat.

 

Peringatan Milad dihadiri keluarga besar HW UMS, Dewan Kafilah, serta jajaran pimpinan Hizbul Wathan UMS. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa kental sepanjang kegiatan berlangsung.

 

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan prosesi simbolis pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan organisasi selama 16 tahun. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengesahan buku pegangan dan majalah Hizbul Wathan UMS sebagai upaya penguatan literasi, dokumentasi sejarah, serta pengembangan kader secara berkelanjutan.

 

Ketua Kafilah HW UMS, Muhammad Azibsyah menyampaikan bahwa usia 16 tahun merupakan fase penting untuk melakukan refleksi dan evaluasi gerakan. Ia menegaskan bahwa perjalanan Hizbul Wathan UMS selama ini telah melahirkan kader-kader yang tangguh, berkarakter Islami, serta memiliki kapasitas kepemimpinan.

 

“Milad ke-16 ini kami harapkan menjadi momentum untuk terus menumbuhkan semangat kaderisasi dan memperluas dampak gerakan Hizbul Wathan di tengah masyarakat,” ujar Azibsyah, Senin, (19/1).

 

Sementara itu, perwakilan Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Tengah, Ramanda Sutan, menekankan bahwa eksistensi Hizbul Wathan hingga saat ini tidak terlepas dari perjalanan sejarah yang panjang. Ia menyampaikan bahwa Hizbul Wathan sempat mengalami masa tenggelam akibat kebijakan politik sejak tahun 1961, sebelum kemudian bangkit kembali pada tahun 1999.

 

“Kebangkitan tersebut secara resmi ditanfidzkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada tahun 2000 dengan mandat agar Hizbul Wathan berdiri dan berkembang di seluruh jenjang pendidikan Muhammadiyah,” jelasnya.

 

Ramanda Sutan juga menegaskan bahwa perjalanan panjang tersebut menjadi bukti bahwa Hizbul Wathan memiliki daya tahan serta nilai perjuangan yang terus hidup dalam diri para kader.

 

“Kita patut bersyukur bahwa Hizbul Wathan hingga hari ini tetap relevan dan eksis dalam gagasan awal pendiriannya,” ungkapnya.

 

Salah satu agenda utama dalam peringatan Milad ini adalah talkshow bersama para perintis berdirinya HW UMS. Talkshow tersebut membahas sejarah, dinamika, serta nilai-nilai perjuangan yang melandasi terbentuknya Hizbul Wathan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

 

Diskusi ini menjadi ruang transfer nilai dan pengalaman lintas generasi, sekaligus pengingat bahwa perjalanan HW UMS dibangun melalui proses panjang, tantangan, dan konsistensi kader.

 

Melalui peringatan Milad ke-16 ini, lanjutnya, HW UMS meneguhkan kembali perannya sebagai wadah pembinaan kader yang berlandaskan nilai keislaman, keilmuan, dan kepanduan. Ke depan, HW UMS diharapkan terus berkembang, menjaga nilai-nilai perjuangan, serta melahirkan kader pemimpin yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kampus dan masyarakat luas. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!