30 C
Jakarta

Motekart Expo PIAUD UM Bandung Ujian Kreatif Mahasiswa

Baca Juga:

BANDUNG, MENARA62.COM — Riuh musik, gemerlap warna kostum, dan gerak tari yang ceria memenuhi Auditorium KH Ahmad Dahlan di lantai tiga Gedung Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Rabu (04/02/2026). Sejak awal acara, suasana terasa hidup, seolah ruang akademik berubah menjadi panggung ekspresi dan kreativitas.

Kemeriahan itu merupakan bagian dari Motekart Expo, agenda rutin yang kembali digelar Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UM Bandung. Dalam kegiatan ini, mahasiswa PIAUD tampil berkelompok di atas panggung dengan kostum kreatif rancangan sendiri. Mereka menari, bernyanyi, dan berinteraksi penuh energi, sambil dinilai langsung oleh para dosen.

Di balik suasana yang menyenangkan, Motekart Expo sejatinya merupakan rangkaian ujian akhir semester (UAS). Dosen PIAUD UM Bandung Isya Siti Aisyatul Mbz menjelaskan bahwa ujian ini dirancang untuk memberi ruang bagi mahasiswa mengekspresikan kreativitas sekaligus menguji kompetensi secara langsung. “Kegiatan hari ini merupakan ujian akhir semester bagi mahasiswa Program Studi PIAUD angkatan 2024,” ujarnya di sela kegiatan.

Isya menuturkan, Motekart Expo mengolaborasikan tiga mata kuliah sekaligus, yakni seni musik, seni tari, dan bahasa daerah. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu tampil, tetapi menyajikan konsep pembelajaran yang relevan dengan dunia anak usia dini. “Ketiga mata kuliah ini diujikan dan dinilai oleh dosen pengampu,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tampil secara berkelompok dengan ragam penampilan, mulai dari tarian, musik, hingga penggunaan bahasa daerah. Meski demikian, penilaian tetap ada yang dilakukan secara individual. “Walaupun tampil dalam kelompok, ada indikator penilaian per individu dan tidak ada pengulangan penampilan,” tegas Isya.

Lebih jauh, Motekart Expo dirancang sebagai bekal praktik nyata bagi mahasiswa setelah lulus nanti. Apa yang ditampilkan di atas panggung bukan sekadar tugas kuliah, melainkan simulasi pembelajaran yang akan diterapkan di sekolah PAUD. “Tarian dan musik yang Anda rancang hari ini akan diimplementasikan kepada anak usia dini nantinya,” ujar Isya.

Melalui kegiatan ini, Isya berharap mahasiswa mampu terus mengembangkan kreativitas dan membawa pengalaman belajar dari kampus ke dunia kerja nantinya. “Saya harap apa yang didapatkan hari ini bisa direkomendasikan dan diimplementasikan di sekolah masing-masing ke depannya,” tandas Isya.

Pengalaman belajar aplikatif memang menjadi ciri khas Program Studi PIAUD UM Bandung. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi dibekali keterampilan praktis, seperti bernyanyi, menari, dan merancang aktivitas kreatif yang mendukung tumbuh kembang anak usia dini.

Keberadaan Taman Kanak-Kanak (TK) Labschool PIAUD di area belakang kampus semakin memperkuat proses pembelajaran tersebut. Melalui fasilitas ini, mahasiswa memiliki ruang untuk mempraktikkan ilmunya secara langsung, berinteraksi dengan anak-anak usia dini, sekaligus mengasah kompetensi sebagai calon pendidik yang kreatif dan profesional. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!