BANDUNG, MENARA62.COM – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menandatangani naskah kerja sama di Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung pada Rabu (04/02/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi Program Akuisisi Pengetahuan Lokal (APL) yang diikuti oleh sivitas akademika UM Bandung.
Ketua MPI PWM Jawa Barat Kelik Nursetiyo Widiyanto menyambut positif kerja sama tersebut sebagai langkah strategis dalam penguatan literasi dan pengelolaan pengetahuan di lingkungan Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa MPI merupakan salah satu dari dua belas majelis di Muhammadiyah yang memiliki fokus pada pengembangan kepustakaan dan informasi.
Menurut Kelik, saat ini MPI PWM Jawa Barat tengah menjalankan sejumlah program kolaboratif bersama Lembaga Pengembangan Pesantren, Majelis Dikdasmen, dan Lembaga Seni Budaya Aisyiyah. Keempat lembaga tersebut memiliki irisan program yang erat dengan pengembangan literasi dan kepustakaan.
Salah satu program unggulan yang telah berjalan adalah Mentari (Muhammadiyah Membaca Setiap Hari) yang dilaksanakan di sekolah-sekolah dan pesantren Muhammadiyah di Jawa Barat. Program ini digagas bersama BRIN sebagai upaya menumbuhkan budaya membaca dan literasi sejak dini.
Seiring berjalannya waktu, MPI juga mengembangkan program penerbitan buku. Dari sinilah diskusi dengan BRIN mengenai Program Akuisisi Pengetahuan Lokal bermula. Terlebih UM Bandung memiliki banyak dosen dengan karya tulis yang telah maupun akan diterbitkan dan berpotensi masuk dalam skema APL.
Dosen prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UM Bandung ini menegaskan bahwa APL tidak hanya mencakup buku, tetapi produk visual dan audiovisual yang memiliki muatan ilmiah. Ia mencontohkan karya dari Program Studi Ilmu Komunikasi ataupun Komunikasi dan Penyiaran Islam yang dapat diikutsertakan dalam program tersebut.
Melalui kegiatan ini, dia berharap sivitas akademika UM Bandung memperoleh pemahaman mengenai peluang APL. Dia juga berharap para dosen UM Bandung dapat memanfaatkan program APL secara optimal, tidak hanya dalam bentuk publikasi karya, tetapi membuka peluang kerja sama riset yang lebih luas dengan BRIN. “Semoga program ini membawa manfaat nyata bagi pengembangan akademik,” ujarnya.
Insentif kreator
Direktur Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah BRIN, Hendro Subagyo, menyampaikan apresiasi kepada UM Bandung dan MPI PWM Jawa Barat atas terselenggaranya kegiatan ini. Dia menegaskan bahwa seluruh sivitas akademika UM Bandung memiliki kesempatan yang sama untuk mengajukan proposal riset ke BRIN secara kompetitif.
Hendro menjelaskan bahwa BRIN memiliki sejumlah direktorat yang mendukung riset dan inovasi, mulai dari Manajemen Kekayaan Intelektual untuk pengurusan paten dan HKI, hingga Tata Kelola Perizinan Riset dan Inovasi, termasuk kerja sama penelitian dengan mitra asing.
Sementara itu, Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah bertugas mengelola seluruh luaran riset berbentuk digital, seperti publikasi ilmiah, jurnal, data riset nasional, perpustakaan, serta Program Akuisisi Pengetahuan Lokal. Melalui APL, BRIN memberikan insentif kepada kreator karya ilmiah, baik dalam bentuk buku maupun audiovisual.
Dia menekankan bahwa semangat APL adalah memperluas akses ilmu pengetahuan kepada masyarakat melalui keterbukaan informasi ilmiah. Program ini sejalan dengan gerakan global open science yang juga menjadi perhatian UNESCO, sekaligus menjadi upaya meningkatkan literasi nasional dan eksistensi karya akademisi Indonesia.
Sementara itu, Wakil Rektor II UM Bandung Ahmad Diponegoro mengapresiasi kerja sama MPI PWM Jawa Barat dengan BRIN yang digelar UM Bandung sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Dia berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan naskah semata. Namun, berlanjut dalam bentuk implementasi nyata yang mendukung pengembangan karier akademik dan diseminasi karya ilmiah sivitas UM Bandung secara lebih luas. (*)
